Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Advertorial

Pengurus LK3 Bisa Berikan Terapi, Siap Tangani Trauma Klien PMKS

Published

on

Dibaca normal 1 menit

BONTANG – Para pengurus Lembaga Konsultasi Kesejahteraan Keluarga (LK3) Bontang sudah mampu memberikan terapi kepada kliennya yang merupakan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS). Pasalnya, saat pelatihan hypnotherapy mereka ditargetkan bisa mempelajari dan mengimplementasikannya.

Terapis profesional, Founder One Sinergy, Pekerja Sosial, Hypnotherapist, dan Trainer The Indonesian Board of Hypnotherapy (One Sinergy) Bandung, Adityo Herlambang mengatakan para peserta diharap sudah bisa melakukan penyembuhan trauma. Mulai dari trauma sebagai pelecehan seksual, trauma bencana, maupun memberikan motivasi kepada klien-klien yang ada di LK3 Bontang.

“Kami juga memberikan kemampuan supaya pengurus LK3 Bontang dapat melakukan terapi kepada kliennya, seperti orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) yang masih ringan dan masih bisa komunikasi,” jelas Adityo, Selasa (23/10) kemarin.

Selain hypnotherapy, para peserta juga dilatih agar bisa mengendalikan fobianya yang bisa berujung pada trauma untuk disembuhkan. Hasilnya, lanjut Adityo, para pengurus LK3 Bontang sudah bisa melakukan hypnotherapy. Dari yang awalnya tidak mengetahui keilmuannya, psikologi pasien, kondisi hipnotis, mereka bisa mengetahui. “Sekarang mereka (para pengurus LK3, Red) bisa melakukan hypnotherapy. Target kami bukan hanya teori, tetapi juga praktik,” ungkapnya.

Terkait fire walking, Adityo menyebut dimaksudkan untuk membangkitkan mental ketakutannya. Agar pengurus LK3 Bontang lebih berani.

Selain itu, para peserta juga dibekali cara menangkal hipnotis atau penipuan. Baik dengan cara langsung ataupun melalui telepon dan pesan singkat. Dalam hal ini, Adityo mengimbau agar seluruh masyarakat Bontang lebih waspada dan tidak memberikan perhatian lebih kepada orang yang baru kenal. “Jangan menatap mata, memberikan belas kasihan, dan hindari sentuhan fisik,”imbaunya.

Kalau penipuan melalui pesan singkat dan telepon, biasanya terjadi pada tengah malam. Mengingat pelaku memanfaatkan kondisi korban sedang tidur, dan membuatnya panik. “Kalau ada telepon masuk pada jam dini hari, sebaiknya jangan langsung panik. Tenangkan diri terlebih dahulu jika itu kabar buruk, dan lakukan konfirmasi ke pihak lain,” sarannya.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments