Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Advertorial

Wali Kota Imbau Nelayan Jaga Kelestarian Laut Buka Pelatihan Konversi BBG bagi Nelayan 

Published

on

Dibaca normal 2 menit

BONTANG – Setelah sebelumnya melakukan pengecekan terhadap mesin kapal dengan Bahan Bakar Gas (BBG) yang akan dibagikan kepada 113 nelayan yang ada di Bontang, Selasa (23/10) kemarin Wali Kota Bontang membuka secara resmi pelatihan dan sosialisasi bertajuk “Teknis Pendistribusian dan Pemasangan Paket Konversi BBM ke BBG untuk Kapal Perikanan bagi Nelayan Kecil”.

Kegiatan yang digelar di Balai Sekaya Maritim Kantor Unit Pelaksana Teknis Pangkalan Pendaratan Ikan (UPT-PPI) Tanjung Limau itu turut dihadiri perwakilan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, Mantan Wali Kota Bontang Andi Sofyan Hasdam, Sekretaris DKP3 Kamilan, Kabid Perikanan Tangkap dan Budidaya Syamsu Wardi, Kasi Perikanan Tangkap Idhamsyah, serta Kepala UPT-PPI Robysai M Mallisa. Adapun peserta sosialisasi adalah para nelayan yang akan mendapatkan mesin kapal BBG tersebut.

Dalam sambutannya, Neni berpesan agar para nelayan bisa memanfaatkan bantuan ini dengan baik serta tidak menyalahgunakannya untuk hal-hal lain. Dikatakan Neni, bantuan ini berhasil didapatkan berkat kolaborasi antara program Pemkot dengan Kementerian ESDM  di tengah kondisi APBD yang mengalami penurunan.

Apalagi, lanjut Neni, bantuan mesin kapal ini lebih efisien dibandingkan BBM dan lebih ramah lingkungan. Tentu hal ini sejalan dengan program Pemkot Bontang. Jika kelestarian laut dijaga, maka para nelayan tidak akan kesulitan mendapatkan ikan. Bahkan hasil tangkapannya pun akan lebih banyak dibandingkan dengan kondisi laut yang tercemar.

“Pemkot Bontang juga telah berkomitmen untuk mengurangi sampah plastik. Para pegawai, guru dan murid TK/PAUD juga telah kami bagikan e-bottle agar tidak lagi menggunakan air minum kemasan plastik,”   tuturnya.

Dalam kesempatan ini, Neni juga mengimbau kepada para nelayan untuk tidak melakukan pengeboman di laut. Karena hal tersebut akan berdampak pada ekosistem laut yang semakin rusak. Jika rusak kata dia, maka ikan-ikan pun akan sulit di dapat. Bahkan jika lautnya sampai tercemar, maka ikan yang ada di laut bisa ikut terkontaminasi racun-racun berbahaya.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments