Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Opini

Menjadi Pendidik Profesional di Era Milenial

Published

on

Dibaca normal 7 menit

Oleh: Ratna Juwita, M.Pd (Guru SMAN 1 Bontang) 

Banyak orang yang bertanya, bahkan di kalangan dunia pendidikan sendiri, apakah guru kita profesional?  Tidak mudah menjawab pertanyaan tersebut. Perlu indikator yang tepat untuk dapat menjawab pertanyaan itu. Salah satu indikatornya tentu pendidik harus menguasai empat kompetensi guru. Namun di era milennial ini, seorang guru profesional juga dituntut menguasai teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Meski tugas guru tidak bisa digantikan robot, tetap kita mendidik sesuai dengan zamannya, karena pendidikan itu dilakukan untuk menghadapi problematika yang terjadi pada masanya.

Disadari betul, bahwa siswa yang hidup di era milenial ini dalam sehari bisa menghabiskan 6,5 jam untuk membaca media cetak, elektronik, digital, broadcast dan berita. Mereka mendengarkan dan merekam musik; melihat, membuat, dan mempublikasikan konten Internet serta tidak ketinggalan menggunakan smartphone. Disadari pula bahwa generasi muda pada era kekinian memiliki berbagai macam karakteristik. Mereka suka memegang kendali, tidak mau terikat dengan jadwal tambahan, dan mereka tidak terlalu suka duduk di ruang kelas untuk belajar atau di kantor untuk bekerja. Sebaliknya, mereka lebih suka menggunakan teknologi untuk belajar kapan saja, siang, atau malam, melakukan telekomunikasi dari mana saja dan mendefinisikan “keseimbangan” dengan cara masing-masing.

Generasi milenial tidak bisa terpisahkan dari “setan gepeng” alias telepon genggam. Bahkan, bisa dikatakan alat-alat high technology telah menjadi bagian pokok dari kehidupannya. Benda itu menjadi teman setianya sepanjang hari, yang menempel dengan tubuhnya. Bahkan ketika beribadah, seakan benda itu tidak mau terpisah. Lihatlah pemandangan dalam perjalanan ke sekolah, anak-anak generasi milenial ini seperti tidak mau lepas dengan “setan gepeng”. Tidak heran, ada banyak peristiwa anak-anak ini terluka akibat ditarik oleh penjambret, bahkan berujung maut akibat menggunakan “setan gepeng”  tersebut.  Ada juga kita temui dimana seseorang yang akan berpergian dan kemudian lupa membawa HP, kira-kira apa yang akan mereka lakukan?. Tentu saja, banyak yang akan kembali untuk mengambil HP tersebut. Adapula, seseorang yang kemudian “galau” jika tidak update status di sosial media, dan tentu saja masih banyak contoh lainnya.

Sebelumnya1 dari 5 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments