Olahraga

Lagi, Pemanah Bontang Ukir Prestasi 

BONTANG – Setelah sukses di kejuaraan provinsi, pemanah junior Bontang kembali mengukir prestasi di kejuaraan Kaltim Series #3 di Samarinda. Pada hari pertama, Selasa (23/10) kemarin, dua medali emas dan dua medali perak mampu dipersembahkan oleh M Daffa Zaki dan Dhiya Ulhaq.

Pelatih nomor tanding compound Persatuan Panahan Indonesia (Perpani) Bontang Misran mengatakan, dua atlet tersebut berlaga untuk kelas kualifikasi 2×30 meter dan olympic round perorangan. Pada kelas kualifikasi 2×30 meter, terbagi atas enam rambahan. Di mana tiap rambahannya, para atlet wajib melepaskan enam anak panah.

Pertandingan pun berlangsung sangat ketat. Pasalnya terjadi kejar-mengejar poin. Dituturkan Misran hingga rambahan keempat Dhiya mengungguli ketujuh lawannya. Namun, saat rambahan kelima atlet dari Kutai Timur M Rafi Hartono mencoba menyusul perolehan poin.

Situasi berbeda terjadi di Rambahan terakhir, Daffa mampu menyalip dan membuat skor sama dengan Dhiya yakni 341 poin.

“Akhirnya penentuan diambil dengan pencapaian terbanyak di target X (tengah, Red.). Hasilnya Daffa mampu melepaskan anak panah di target itu sebanyak 10 kali. Sementara Dhiya hanya enam. Jadi Daffa memperoleh emas dan Dhiya mendapatkan perak,” kata Misran.

Setelah gagal di kelas kualifikasi, Dhiya pun akhirnya berhasil mengalahkan Daffa di olympic round perorangan. Persaingan pun juga ketat lantaran hanya selisih satu poin saja yaitu 132-131.

Misran berujar hasil ini di luar dari target yang dicanangkan Perpani Bontang. Pasalnya federasi panahan tersebut hanya mematok dua medali perak dan dua perunggu dalam kejuaraan ini. Salah satu alasan pemasangan target ialah komposisi atlet lawan yang diturunkan pun tak jauh beda saat kejurda Berau.

“Ini sungguh di luar ekspektasi kami. Dhiya yang merupakan atlet debutan di kejurda beberapa waktu lalu juga tampil mengesankan,” ucapnya.

Bahkan, pada kejuaraan ini Dhiya memakai perlengkapan tanding baru. Misran menuturkan perlengkapan ini berpengaruh dengan raihan yang didapat. Tentunya dilengkapi dengan keakuratan bidikan dan ketenangan dari atlet sendiri.

“Jadi malam masih di-setting, tetapi alhamdulillah siang digunakan dan menghasilkan medali,” tuturnya.

Untuk kejuaraan selanjutnya, Perpani Bontang pun menargetkan para atlet junior untuk mampu mencapai skor 340. Jika itu didapatkan, maka kejuaraan di luar pulau akan diikuti untuk menambah jam terbang atlet.

Sebagai informasi, pada  kejurprov 8-13 Oktober silam, tim panahan Bontang hanya mampu bertengger di posisi keenam. Dengan raihan medali tiga emas, dua perak, dan sembilan perunggu. Selisih 18 medali emas dari sang juara sekaligus tuan rumah yakni Berau. (ak)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button