Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Breaking News

Utang Diklaim Turunkan Kemiskinan

JAKARTA – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyatakan pertumbuhan pembiayaan utang di era Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memang tinggi. Namun utang tersebut digunakan untuk pembangunan yang nyata dan bermanfaat bagi masyarakat.

Maklum, utang tersebut digunakan untuk membiayai pembangunan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga jaminan sosial. Ani, begitu ia akrab disapa, merinci jumlah pembiayaan utang di era Jokowi dari tahun ke tahun.

Pada 2014, jumlah pembiayaan utang ke Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar Rp255,7 triliun dengan pertumbuhan 14,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kemudian, pada 2015 melesat sekitar 49 persen mencapai Rp380,9 triliun.

Lalu, utang tersebut meningkat sedikit pada 2016 menjadi Rp403 triliun dengan pertumbuhan hanya 5,8 persen. Pada 2017, pertumbuhan dan jumlah utang naik lagi, masing-masing menjadi 6,5 persen dan Rp429,1 triliun.

“Tahun-tahun sebelumnya cukup tinggi, tapi semenjak 2016 kami perbaiki dan pada 2017 kami lakukan konsolidasi,” ucap Ani di Kementerian Sekretariat Negara, Selasa (23/10).

Hasilnya kata Ani, mulai tahun ini, jumlah pembiayaan utang ke APBN diproyeksi hanya sekitar Rp387,4 triliun atau melambat 9,7 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Begitu pula dengan tahun depan, bendahara negara itu memperkirakan jumlah pembiayaan utang hanya sekitar Rp359,3 triliun atau melambat 7,3 persen.

Meski begitu, mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyadari bahwa jumlah utang memang masih cukup tinggi. Namun, ia mengklaim, pemerintah sudah cukup berhasil mengoptimalkan pembiayaan dari setiap utang yang ditarik oleh pemerintah.

“Pada periode 2012-2014, kenaikan jumlah utang sekitar Rp799,8 triliun, sedangkan 2015-2017 menjadi Rp1.329 triliun. Nominalnya besar dan sering orang membuat cerita dari situ. Tapi ini untuk apa? Maka harus lihat realisasi belanjanya,” katanya.

1 2Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button