Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Opini

IBU, KEMANA PERGINYA RASA CINTA

Published

on

Dibaca normal 4 menit

Oleh : Muthi’ Masfu’ah / Yattini

(Owner Rumah Kreatif Salsabila Bontang dan Koordinator Literasi DPW Kaltim)

Masih tak lepas dari ingatan kita jumat malam kemarin, ditemukan bayi yang tak bernyawa lagi di closet Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan Balikpapan. Sekitar Jumat 23.32 Wita dilakukan upaya evakuasi terhadap bayi laki-laki yang baru lahir tersebut. Ternyata… Pelaku pembuangan bayi tersebut adalah ibunya sendiri yang masih pelajar SMA kelas 3!

Akhir-akhir ini memang semakin banyak berita mengenai pembuangan bayi. Baik di media lokal maupun media nasional. Angka pembuangan dan aborsi bayi di Indonesia setiap tahun semakin meningkat. Pembuangan bayi tak berdosa ini membuat keprihatinan banyak pihak karena tindakan ini tidak berperikemanusiaan.

Lebih mengerikan bahwa kasus pembuangan bayi itu juga menimpa para pelajar dan mahasiswa. Berarti kehadiran sang bayi tidak dikehendaki oleh ayah dan ibunya yang mungkin hanya mau coba-coba atau senang-senang saja. Kasus terakhir ini hendaknya menjadi catatan serius bagi kita yang masih memiliki hati nurani dan keimanan yang baik. Jika hal ini tidak mendapatkan perhatian serius maka ke depannya akan lebih banyak lagi kasus pembuangan bayi yang tak berdosa itu. Bayi yang lucu dan masih tak berdosa menjadi korban keadaan.

8 faktor yang mempengaruhi perilaku ini agar menjadi perhatian kita bersama adalah diantaranya :

1. Seks bebas, fenomena remaja hamil di luar nikah menjadi pemicu pembuangan bayi. Membuang bayi seakan menjadi solusi terbaik bagi mereka karena takut, malu dengan sekitar, dan belum siap dengan tanggung jawab. Seks bebas seakan menjadi hal lumrah saat ini, bahkan tak jarang remaja-remaja sekarang memamerkan kemesraan di depan umum atau di media sosial.

Sebelumnya1 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments