Kaltim

Lion Air Group Diminta Tak PHP

SAMARINDA – Pelayanan rute penerbangan nasional di Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto, Kelurahan Sungai Siring, Samarinda Utara tampaknya bukan isapan jempol belaka. Pasalnya, Sabtu (27/10) kemarin beredar surat permohonan slot time penerbangan dari manajemen Lion Air Group.

Perusahaan yang bergerak di bidang penerbangan itu mengirimkan surat permohonan slot time di Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Samarinda. Izin itu diminta lewat surat tertanggal 25 Oktober dengan nomor 295/BPNKK/EXT/X/2018 itu.

Adapun rute yang akan dituju yakni Jakarta, Makassar, Surabaya, dan Berau. Sedangkan pesawat yang akan digunakan adalah Lion Air, Wings Air, dan Batik Air. Kemudian rencana penerbangan dimulai pada 1 November 2018.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, Salman Lumoindong menyambut baik permohonan slot time Lion Air Grup tersebut. Kata dia, jika izin diurus dengan baik, maka perizinan itu akan segera diterbitkan pemerintah.

“Sekarang tinggal menunggu surat persetujuan dari UPBU Samarinda. Untuk memberikan izin sesuai permintaan atau tidak. Karena itu masih disesuaikan dengan jadwal-jadwal yang sudah ada. Jadwal Express dan Susi Air kan sudah ada. Nanti tidak boleh bentrok,” ungkapnya.

Karenanya slot time yang diajukan manajemen Lion Air Grup tersebut dapat diubah sesuai jadwal penerbangan di APT Pranoto dan bandara yang akan dituju. Seperti Jakarta, Makassar, Surabaya, dan Berau.

“Jadi harus ada persetujuan di Samarinda dan daerah yang diminta itu. Setelah disetujui, nanti ada izin rute baru di Kementerian Perhubungan. Kalau sudah keluar surat izin di kementerian, sudah bisa jalan,” tutur Salman.

Pihaknya akan mengawal pengurusan izin penerbangan Lion Air Grup tersebut. Hingga dapat disetujui UPBU Samarinda dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Dia berharap tidak ada kendala teknis dalam pengurusan dan penerbitan izin itu.

“Karena ini banyak sekali masyarakat yang sudah berharap. Kalau ada kendala perizinan, nanti kita akan bantu selesaikan. Kami juga sudah koordinasi dengan UPBU Samarinda dan kementerian,” katanya.

Salman meminta maskapai tersebut serius mengurus perizinan. “Harus serius dan ditindaklanjuti. Tidak hanya mengurus izin saja. Jangan hanya bikin surat saja. Karena ini sudah ditunggu orang banyak,” imbuh dia.

Waktu memulai penerbangan pada 1 November yang diminta Lion Air Grup bisa disepakati pemerintah. Syaratnya selain perizinan, pihak bandara dan maskapai harus mengecek kelengkapan di terminal seperti tempat check in, kantor, dan sumber daya yang akan melayani penumpang.

“Kalau runway itu tidak masalah lagi. Orang nomor satu saja sudah berani mendarat di situ. Berarti secara teknis tidak ada masalah lagi di runway. Karena secara teknis kita sudah diverifikasi kementerian,” ungkapnya.

Selain Lion Air, sebelumnya maskapai Express telah mendapatkan slot time di Yogyakarta. Namun baru dapat melayani penerbangan komersial dua pekan yang akan datang. “Memang agak lambat. Butuh waktu dua minggu. Bisa lebih cepat Lion. Asal surat izinnya betul-betul serius diurus. Bisa jadi Lion lebih awal,” ucapnya.

Dia tidak ingin terjadi kasus seerupa seperti Wings Air. Maskapai tersebut telah meminta persetujuan slot time penerbangan di UBPU Samarinda. Izin itu sudah disetujui. “Sekalinya ditunggu-tunggu, lebaran lewat, tiga bulan lewat, akhirnya enggak mendarat. Kan enggak enak juga. Itu namanya PHP (pemberi harapan palsu, Red.) pada masyarakat,” tutupnya. (*/um)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button