Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Breaking News

Target PAD Kutim Ditingkatkan

SANGATTA – Target Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Kutim, dinaikkan. Hal ini lantaran capaian 2018 jauh memuaskan.  Realisasinya bahkan melebihi ekspektasi. Yakni, dari yang sebelumnya Rp 32,9 miliar, menjadi Rp 65,3 miliar.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutim Musyaffa menjelaskan, kesadaran pajak masyarakat dan pengusaha tahun ini semakin meningkat. “Kami menaikkannya sampai 100 persen. Itu sebab uang pajak yang masuk ke kas pemkab sudah over alias melebihi target, yakni Rp 51 miliar,” ujar Musyaffa.

Data tersebut, terang Musyaffa, hasil rekap data Bapenda Kutim per 11 Oktober 2018. Semua itu gabungan dari berbagai jenis pajak, yaitu bidang perhotelan, restoran, hiburan, reklame, penerangan jalan, air dan tanah, parkir, sarang burung walet, dan lain sebagainya. (selengkapnya lihat infografis)

Dari kesemuanya, masing-masing sudah mencapai angka yang cukup menggembirakan. Seperti pajak sarang burung walet yang biasanya kurang bergairah, dari target Rp 100 juta kini sudah tercapai Rp 106 juta.

“Memang, masih ada yang kurang.  Seperti PPJ (pajak penerangan jalan) yang masih kurang Rp 300 juta, diperkirakan bisa terpenuhi angka itu saat pembayaran dari PLN pada November,” kata mantan Kabag Keuangan Setkab Kutim itu.

Juga, lanjut Musyaffa, minerba (mineral dan batu bara) masih kurang sekira USD 14 miliar.

“Nanti kalau perusahaan tembang KPC (PT Kaltim Prima Coal) melengkapi kewajiban pembayaran lumpsum payment yang senilai sama, maka kekurangan USD 14 miliar tersebut terpenuhi,” kata dia.

Diterangkannya, USD 14 miliar tersebut hanya khusus tahun ini. Sebelumnya, lumpsum payment KPC senilai 100 ribu USD. Lumpsum alias jasa atas penyelesaian seluruh pekerjaan yang disepakati kedua pihak tersebut, hasilnya dibagi juga kepada Pemprov Kaltim.

“Rencananya, tahun depan lumpsum dimasukkan melalui pengaturan perbup, agar terbagi dengan jelas persentase tiap pajak dari lumpsum. Saat ini tinggal menunggu transfer hasil pajak daerah dari pusat saja,” jelasnya.

1 2Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button