Bontang

Korban Banjir Dihantui Leptospirosis

BONTANG – Banjir menyisakan masalah baru bagi daerah terdampak. Setidaknya ada lima penyakit yang perlu diwaspadai selepas banjir. Itu ditegaskan Plt Kepala Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Diskes-KB) dr Bahauddin.

Penyakit pertama ialah leptospirosis. Penyakit ini penularannya berasal dari air kencing tikus yang tercemar dengan genangan air. Gejala terkena leptospirosis di antaranya, demam, pusing, dan nyeri badan yang hebat.

“Jika tidak segera ditangani akan berujung pada penyakit gagal ginjal, hingga kematian,” kata dr Bahauddin.

Banjir juga dapat menimbulkan diare dan penyakit kulit. Dituturkannya, kedua penyakit ini terjadi lantaran aspek kebersihan yang tidak diperhatikan oleh korban banjir. Terutama sarana mandi, cuci, dan kakus (MCK).

Perlu diwaspadai pula serangan ular. Reptil ini biasanya terbawa air menuju permukiman warga. “Seperti di RT 17, Guntung, tiba-tiba ada ular sawah. Seperti ini pun juga harus menjadi kewaspadaan korban banjir,” ucapnya.

Selain itu, korban banjir juga terancam terjangkit penyakit demam berdarah. Karena muncul genangan air di beberapa titik setelah banjir. “Genangan itu menjadi sarang nyamuk,” tuturnya.

Nantinya, Diskes-KB melakukan fogging atau pengasapan fokus. Hal tersebut merupakan upaya pencegahan penyebaran nyamuk Aedes aegypti. Pengasapan tersebut merupakan perintah dari Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni.

Tiga Puskesmas disiapkan memberikan perawatan medis. Yakni, Puskemas Bontang Utara I, Bontang Utara II, dan Bontang Barat. Tak hanya itu, tim medis pun turun lapangan untuk memberikan pelayanan. Nantinya, Diskes-KB melakukan penyuluhan pascabanjir.

“Penyuluhan itu untuk memberikan pemahaman kepada warga terkait penyakit yang timbul,” pungkasnya. (ak)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button