Mengenang Korban Lion Air JT 610

Semua orang yang ada di ruangan itu merasa sedih, bingung, dan penuh harap. Sedih karena kami mengenal sebagian dari nama-nama yang disebut. Rasanya seperti ada separuh hati yang hilang. Apalagi salah satunya, Dwinanto pernah sekantor. Pernah mengenal istrinya, berjumpa dengan anak-anaknya. Di saat yang sama kami bingung karena informasi yang  diterima simpang siur. Sempat tersiar kabar bahwa pesawat tersebut sudah mendarat dengan selamat di Pangkal Pinang. Setelah dikonfirmasi dengan teman di sana, ternyata belum mendarat. Bahkan sopir yang ditugaskan menjemput masih stand by di bandara. Kami hanya berharap kepada Sang Pemilik Kehidupan, semoga ada kabar baik. Dari menit ke menit, sampai berbilang jam masih melantunkan doa dan harapan terbaik bagi para korban. Ternyata Allah berkehendak lain. Takdir rekan kami berakhir saat pesawat yang membawanya untuk memenuhi sumpah dan janji pada negeri ini tak pernah sampai. Penerbangan itu berakhir di Tanjung Karawang.

Masih segar dalam ingatan saat medio 2007 kami memperoleh SK Mutasi ke Kota Bontang. Saat itu instansi kami mengadakan reorganisasi dengan membuka beberapa kantor baru. Salah satunya di Bontang. Kami ber-14 merupakan ashabiqunal awalun (para pendahulu) KPKNL Bontang. Apapun yang terjadi, harus dihadapi.

Berbekal SK di tangan, berangkatlah kami ke Samarinda. Menghadap ke kantor wilayah. Karena sebagai kantor pemekaran, kami belum mempunyai kantor. Untuk sementara kami berkantor di Kanwil Samarinda. Saat itu Dwinanto dan Wid yang aktif mencari info bangunan yang pas, cocok bangunan dan harga sewanya, untuk kami berkantor.

Sampai 2 bulan berikutnya, kami pindah ke Bontang. Pindahannya ala bedol desa. Menyewa 2 truk besar untuk mengangkut berkas-berkas, perabotan rumah tangga, motor-motor, sampai kucing. Ramai, seru, meriah, semua orang bahagia.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept