Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Sangatta

Terlibat Narkoba, Polisi Dipecat  Tak Ada Toleransi, Kapolres Harap Jadi Pelajaran 

Published

on

TIDAK DITOLERANSI: Upacara pemecatan anggota polisi secara tidak hormat.(ISTIMEWA)
Dibaca normal 1 menit

“Tidak ada lagi keringanan, jika memang polisi di Kutim melakukan perbuatan tercela, langsung dipecat,”

AKBP Teddy Ristiawan Kapolres Kutim

SANGATTA – Lantaran terlibat kasus narkoba, Kepolisian Resort Kutai Timur (Kutim) memecat anggotanya secara tidak hormat. Pemecatan ini dilakukan karena anggota tersebut sudah melanggar ketentuan disiplin kepolisian.

Pemberhentian secara tidak hormat kepada anggota kepolisian atas nama Muhammad Syahril Asari dilakukan di halaman Mako Polres Kutim, Jumat (2/11) kemarin.

Kapolres Kutim AKBP Teddy Ristiawan menuturkan, Polres Kutim tak mentoleransi anggotanya yang terbukti bermain-main dengan narkoba.

“Pemecatan secara tidak hormat itu dilakukan lantaran anggota tersebut sudah terbukti menyalahgunakan narkoba jenis sabu-sabu,” katanya.

Pemecatan tersebut kata Teddy, sesuai dengan Pasal 12 Ayat (1) Huruf a PP No 1/2003 tentang Pemberhentian Anggota Polri, dan Pasal 7 Ayat (1) huruf  b Perkap No 14/2011 tentang Kode Etik Profesi Polri karena melakukan tindak pidana narkoba.

Di upacara pemecatan tersebut, Teddy menegaskan pada seluruh anggotanya agar tak coba-coba mendekati narkoba. Mengingat tingkat kesalahan tersebut terbilang fatal. “Tidak ada keringanan, jika memang polisi di Kutim melakukan perbuatan tercela, langsung dipecat,” tegasnya.

Pemberhentian ini kata Teddy merupakan teguran keras bagi anggota kepolisian lainnya. Selain itu, kasus ini juga merupakan contoh buruk bagi institusi. Kapolres mengingatkan kepada seluruh anggota polres untuk bercermin dari apa yang telah terjadi.

“Pemecatan seorang brigadir yang telah mengabdikan dirinya di Polres Kutim, merupakan wujud konsekuensi dari institusi yang telah mencanangkan komitmennya terhadap reformasi internal. Saya harap semua bisa sadar,” imbaunya.

Menurut Kapolres, pemberhentian secara tidal hormat ini memerlukan waktu yang cukup panjang dan melalui tahapan serta memperhatikan berbagai pertimbangan Yang matang dari pimpinan. Ia berharap ini kali terakhir. Ke depannya tak ada lagi yang melakukan tindakan serupa. “Semoga saudara bisa menerima dengan lapang dada dan penuh kesabaran sehingga tetap tegar dalam menatap masa depan,” tutupnya. (*/la)

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments