Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Bontang

Waduk Suka Rahmat Dianggap Solusi Banjir Minta Gubernur Fasilitasi Pembebasan Lahan 

Published

on

Dibaca normal 1 menit

BONTANG – Persoalan banjir, tak bisa selesai jika tidak dilakukan secara terintegrasi. Oleh karenanya, Pemkot Bontang menilai pembangunan waduk atau bendungan pengendali (bendali) Suka Rahmat solusi yang dinilai efektif untuk atasi banjir.

Gubernur Isran Noor pun diketahui berkomitmen untuk menangani permasalahan banjir. Hal ini pun disambut baik oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. “Penanganan masalah banjir ini jadi komitmen semua pemerintah. Tidak hanya Bontang, tapi termasuk provinsi,” jelas Neni, Selasa (6/11) kemarin.

Dikatakan Neni, penanganan banjir harus terintegrasi dengan Kutai Timur (Kutim) dan Kutai Kartanegara (Kukar). Karena permasalahannya tidak hanya di hilir, tetapi juga di hulu. “Program waduk Suka Rahmat inilah yang menjadi domain provinsi, karena berada di tiga kabupaten kota. Tapi kendalanya saat ini tentu pembebasan lahan. Kami harap pemprov bisa membantu fasilitasi pembebasan lahan,” ungkapnya.

Menurutnya, ketika pemerintah berkomitmen dan memiliki rencana penanganan banjir, maka hal pertama yang harus diselesaikan yakni pembebasan lahan. Sehingga, penanggulangan banjir di tiga wilayah yakni Bontang, Kutim, dan Kukar bisa terselesaikan. “Saya sangat menyambut baik rencana Provinsi Kaltim soal penanggulangan banjir, mudah-mudahan bisa cepat direalisasikan,” harap Neni.

Neni pun, siap jika diajak duduk bersama gubernur untuk mencari solusi atasi banjir. Dirinya bakal menyodorkan permasalahan di hulu yang terhambat soal pembebasan lahan. “Ini kajiannya sudah lama dan kendalanya hanya lahan yang membutuhkan 100 hektar. Karena tak mungkin membangun waduk tanpa adanya lahan,” pungkasnya. (mga)

Advertisement
Comments