Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Sangatta

Tugu Patung Burung Harus “Steril” Pemkab Bakal Bangun Ruang Terbuka Hijau 

Published

on

KAWASAN HIJAU: Lokasi Tugu Patung Burung akan menjadi kawasan hijau. Warga pun dilarang membangun bangunan di wilayah ini .(Dhedy/Sangatta Post)
Dibaca normal 1 menit

SANGATTA- Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berencana menertibkan sejumlah bangunan yang berada di atas lahan seputaran Tugu Patung Burung Sangatta. Pasalnya, menurut Wakil Bupati Kasmidi Bulang, lahan tersebut nantinnya akan dibangun sejumlah fasilitas umum, seperti Ruang Terbuka Hijau (RTH) serta kawasan rekreasi bagi masyarakat Kutim.  Sehingga wilayah tersebut wajib “steril” dari bangunan-bangunan liar.

Pemkab Kutim pun kembali mengingatkan kepada warga yang membangun bangunan di sekitar tugu untuk segera angkat kaki dari kawasan tersebut.

“Kami tegaskan, areal Patung Burung akan dijadikan kawasan hijau. Apalagi, di situ merupakan pintu gerbang masuk Kota Sangatta. Seharusnya mereka semua pindah,” ujar Wakil Bupati Kasmidi Bulang.

Apalagi lanjut mantan anggota DPRD itu, warga di sana pernah membuat surat pernyataan tak akan menempati kawasan hijau. Berdasarkan hal itu, sebelum Pemkab melakukan tindakan, lebih baik warga mengosongkan secara teratur.

“Ya kami terus lakukan pendekatan persuasif. Kami pikirkan juga warga di sana. Mereka kan jualan. Cari sepiring nasi. Tetapi memang seharusnya pindah,” katanya.

Kemungkinan, ada pertemuan lanjutan di saat lahan tersebut akan digarap menjadi kawasan hijau. Saat ini belum dipikirkan. Namun sebelum ada tindakan tegas, tak ada salahnya warga di sana mencari lokasi lain.

“Memang sekarang belum. Tetapi, nanti pasti akan kami ambil alih. Karena area itu semua harus hijau. Wajah Kutim. Orang yang masuk Kutim, diharap melihat pohon-pohon yang hijau dan indah,” kata Kasmidi.

Semntara itu Amir, warga setempat mengaku siap pindah saat Pemkab membutuhkan tanah tersebut. “Kami hanya sementara saja untuk jualan. Kalau mau diambil, silahkan saja. Kami tak ada masalah,” tukas Amir. (dy)