Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Lion Air Tak Kunjung Beroperasi Di Bandara APT Pranoto, Dishub Sebut Masih Matangkan Persiapan 

Published

on

Salman Lumoindong(DOK/METRO SAMARINDA)
Dibaca normal 2 menit

SAMARINDA – Dua pekan berlalu setelah Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi untuk memberikan izin rute penerbangan nasional di Bandar Udara (Bandara) Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto. Namun, belum ada satupun maskapai yang membuka layanan penerbangan lintas provinsi di bandara tersebut.

Padahal, Presiden Jokowi memberikan batas waktu selama dua pekan agar kementerian “memboyong” maskapai seperti Lion Air dan Garuda Indonesia. Agar melayani penerbangan Samarinda-Jakarta atau Samarinda-Surabaya.

Sepekan yang lalu, Lion Air melakukan uji coba penerbangan di bandara yang dibangun menggunakan sebagian APBD Kaltim itu. Hasilnya, bandara senilai Rp 1,8 triliun itu layak digunakan melayani penerbangan berskala nasional. Alasannya, maskapai Lion Air berhasil mendarat di bandara yang terletak di Kelurahan Sungai Siring, Samarinda Utara.

Pesawat Lion Air Boeing jenis 737-800NG yang dipiloti oleh Kapten Felix tersebut diuji dari Balikpapan ke Bandara APT Pranoto. Tidak ada kendala berarti yang dihadapi pilot untuk mendarat di bandara tersebut.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltim, Salman Lumoindong mengatakan, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk meminta maskapai mempercepat pelayanan di bandara tersebut.

“Kewenangan itu bukan di daerah. Kewenangan itu di kementerian. Di daerah ini, kami berusaha memonitor terus,” katanya, Rabu (7/11) kemarin.

Salman menyebut, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan maskapai Lion Air Grup dan Garuda Indonesia. Informasi terakhir, lanjut Salman, Lion Air sedang mematangkan persiapan.

“Mereka sedang persiapan. Bilangnya, kalau semuanya sudah klir, mereka akan kabarkan pada kami. Kami enggak enak juga mengganggu mereka. Karena semuanya sedang dipersiapkan,” tuturnya.

Alasan lain, belum dilayaninya rute penerbangan nasional oleh maskapai Lion Air Grup disebabkan adanya kecelakaan di rute Cingkareng-Pangkal Pinang.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca