Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Samarinda

Antisipasi Banjir, Siapkan Anggaran Rp 160 Miliar

Published

on

JADI MOMOK: Salah satu sudut Kota Tepian saat digenai banjir pada 2017 silam.(FAHMI/METRO SAMARINDA)
Dibaca normal 1 menit

SAMARINDA – Mendekati akhir tahun, Pemkot Samarinda dikejar target berbagai program prioritas dalam APBD Murni 2018. Salah satunya dalam pengentasan banjir. Terlebih, dengan adanya prediksi cuaca ekstrem selama akhir tahun ini.

Semua organisasi perangkat daerah (OPD) teknis pun dituntut menunjukkan kinerja agar upaya pengendalian banjir dapat berjalan maksimal. Salah satunya Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (DPUPR) Samarinda.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bidang (Kabid) Pelaksaan Jaringan Sumber Air DPUPR Samarinda, Dessy Damayanti mengklaim telah melakukan sejumlah persiapan untuk pengendalian banjir di sejumlah titik di Kota Tepian. Tak tanggung-tanggung, dari total anggaran Rp 200 miliar,  Rp 160 miliar khusus dialokasikan menangani hal tersebut.

Hanya saja, Dessy mengakui, anggaran tersebut hanya digunakan untuk penanganan banjir di dua titik. Yakni di simpang empat Sempaja dan Jalan DI Pandjaitan. “Anggarannya memang cuma cukup untuk menangani dua titik itu. Sedangkan sisanya untuk bayar utang,” ungkap dia, Rabu (7/11) kemarin.

Kendati demikian, secara keseluruhan ia berkata pengendalian banjir sudah signifikan. Terutama proyek banjir di simpang empat Sempaja. Hal itu diperolehnya dari pengakuan warga.

Sedangkan untuk kasus di Jalan DI Pandjaitan, memang agak memakan waktu. Hal ini lantaran penanganan banjir di jalan menuju bandara APT Pranoto itu tidak termasuk dalam masterplan yang lama. “Banjir di sana kan baru muncul sekira empat tahun lalu,” ujarnya.

Dessy menyebut, hal ini merupakan dampak dari adanya pembangunan perumahan di kawasan tersebut. Sehingga beban dari drainase yang ada kian bertambah, membuat saluran pembuangan tidak dapat lagi bekerja secara maksimal. Sedangkan sungai yang berada di Gunung Lingai tidak lagi mampu menampung buangan air dari Lempake dan Mugirejo.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca