Bontang

Tanpa Tambahan Tempat Tidur, RS Tipe D Ambil Kuota RSUD

BONTANG – Pembangunan RS tipe D disebut Dinas Kesehatan dan Keluarga Bencana (Dinkes-KB) tak mematikan rumah sakit swasta. Terlebih, swasta merupakan mitra pemerintah dalam pelayanan kesehatan.

“Keberadaan RS swasta masih dangat dibutuhkan sebagai mitra pemerintah,” kata Plt Kepala Dinkes-KB Bahauddin, ditemui Bontang Post di ruang kerjanya, Jumat (9/11).

Terkait penambahan tempat tidur (TT) seiring pembangunan RS tipe D pun dibantah Bahauddin. Dua rumah sakit tersebut akan mengambil kuota tempat tidur dari RSUD Taman Husada. Totalnya sekira 60-80 unit, dari 201 tempat tidur yang tersedia.

Jumlah tersebut akan dibagi ke dua rumah sakit itu. Pembagian ini lantaran indikator Bed Occupancy Ratio (BOR) atau angka penggunaan tempat tidur di RSUD Taman Husada belum terpenuhi. Masih sekitar 57 persen.

“Standarnya itu minimal 60 persen. Saat ini banyak tempat tidur yang belum termanfaatkan sehingga itu memengaruhi kinerja. Oleh sebab itu kami akan sharing ke dua rumah sakit tipe D nantinya,” paparnya.

Dengan pembagian ini maka diharapkan RS swasta tidak khawatir. Terutama menyangkutnya profit.

Bahauddin juga menyampaikan saat ini pembangunan RS tipe D masih dalam kajian studi kelayakan atau feasibility study (FS). Hasil kajian dari Universitas Gajah Mada itu keluar awal bulan depan.

Dari FS tersebut, dikeluarkan layak tidaknya pembangunan dilanjutkan. Untuk opsi terakhir ini, pemkot diwajibkan untuk melengkapi administrasi yang masih kurang terlebih dahulu sebelum berlanjut ke fase selanjutnya. (selengkapnya lihat grafis)

Perjalanan pembangunan pun masih panjang, hasil FS akan dijadikan bahan pembuatan masterplan. Dari masterplan berlanjut ke penyusunan detail engineer design (DED).

“Setelah itu pengurusan perizinan mulai dari Amdal, SITU, dan IMB,” paparnya.

Sebelumnya diberitakan, Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi) Bontang menolak rencana Pemkot Bontang membangun dua rumah sakit (RS) tipe D. Mereka menilai itu akan mematikan rumah sakit swasta.

Persi Bontang mengatakan, alih-alih membangun RS baru, pemkot seharusnya meningkatkan pelayanan dan fasilitas di RSUD Taman Husada. Agar sesuai dengan kelasnya sebagai RS tipe B. Pun dengan Puskesmas yang harus dioptimalkan pelayanannya agar masyarakat tidak mengantre.  (ak)

Aspek Penilaian FS Pembangunan RS Tipe D

 

No       Jenis Analisis              Jenis Aspek

1          Situasi                         – Aspek Eksternal :

Kebijakan

Geografi

Demografi

Sosekbud

Ketenagakerjaan

Kesehatan

 

– Aspek Internal :

Sarana Kesehatan

Pola Penyakit di RS

Teknologi

SDM RS

Organisasi

Kinerja dan Keuangan

 

2          Permintaan                Lahan dan Lokasi

Klasifikasi Kelas RS

Kapasitas Tempat Tidur

Jenis Layanan

Produk Unggulan

 

3          Pengembangan          Kebutuhan Lahan

Kebutuhan Ruang

Peralatan Medis dan Non Medis

SDM

Organisasi dan Uraian Tugas

 

4          Keuangan                   Rencana Investasi dan Sumber Dana

Proyeksi Pendapatan dan Biaya

Proyeksi Cash Flow

Analisis Keuangan BEP, Internal Rate of Return, dan NPV

Sumber : Dinskes-KB Bontang  

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button