Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Dahlan Iskan

Singapura Mencari Generasi Keempat

Published

on

Dibaca normal 4 menit

Oleh: Dahlan Iskan

Hari ini ada Pemilu di Singapura. Pemilu di internal partai penguasa: PAP (People’s Action Party).

Itu lebih penting. Dibanding pemilu sungguhan: yang pemenangnya tidak pernah berubah. Sejak negara itu berpisah dari Malaysia. Sejak 60 tahun lalu.

Pemilu hari ini memilih anggota Central Executive Committee (CEC) partai. Pengendali partai. Semacam politbiro di sistem partai komunis.

Dari sini akan terlihat: siapa calon perdana menteri Singapura yang akan datang. Untuk menggantikan Lee Shien Loong. Yang sudah menyatakan mundur: pada 2022.

Itu berarti Lee Shien Loong akan menjabat perdana menteri Singapura selama 18 tahun. Calon pengganti itulah yang sudah disiapkan sekarang. Lewat mekanisme partai PAP  yang berkuasa.

PAP adalah partai kader yang sebenarnya. Partai ini hanya beranggota 1.000 orang. Pemilu hari ini diikuti oleh 1.000 kader tersebut.

Proses menjadi kader PAP tidak mudah. Tidak bisa, misalnya, lewat pendaftaran. Tidak dikenal juga istilah kader loncat pagar.

Anggota CEC lah yang mencari kader. Anggota CEC pastilah anggota DPR. Mereka inilah yang mengkader anak-anak muda. Terutama di daerah pemilihan masing-masing. Anggota DPR itulah yang kelak mengusulkan: agar aktivis yang membantunya itu diterima menjadi kader partai.

Tentu tidak otomatis. Anak muda yang diusulkan itu akan diuji. Ujiannya pun tiga tahap. Pengujinya tidak sembarangan: satu komite di politbiro.

Misalnya ada 10 anak muda. Yang bekerja sebagai staf di anggota DPR tertentu. 10 orang itu akan terus dimonitor. Bertahun-tahun. Kelak ada di antara mereka yang dianggap layak diusulkan jadi kader partai.

Pemilu hari ini untuk memilih CEC yang baru. Yang terdiri 17 orang. Pemimpin tertinggi CEC disebut sekretaris jenderal. Yang selalu dijabat oleh perdana menteri.

Sebelumnya1 dari 4 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments