Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Dahlan Iskan

Ketika Beijing Berubah Menjadi Begging

Published

on

Dibaca normal 2 menit

Oleh: Dahlan Iskan

Di judul berita itu tertulis Begging. Artinya mengemis. Padahal si penulis bermaksud menulis kata Beijing. Ibu kota Tiongkok.

Kesalahan itu menjadi sangat  sensitif. Ketika dilihat media mana yang menulis. Dan ada kejadian apa saat itu. Yang menulis adalah media Pakistan. Tepat saat Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, lagi berkunjung ke Beijing.

Pemred televisi pemerintah Pakistan itu langsung diberhentikan. Lantaran memberi kesan pimpinan negaranya lagi ke Begging untuk mengemis.

Imran Khan pada dasarnya memang lagi minta bantuan. Tapi kata begging adalah penghinaan.

Imran, mantan kapten juara dunia kriket itu, memang lagi di simpang tiga: harus memilih ke arah mana. Agar ekonomi negaranya tidak bangkrut: ke Saudi Arabia, ke IMF, atau ke Tiongkok.

Imran ternyata ke Saudi dulu: dapat janji USD 6 miliar. Lalu ke IMF. Minta USD 12 miliar. Tapi IMF masih minta banyak syarat. Dan minggu lalu Imran ke Tiongkok. Berhari-hari. Selama lima hari!

Praktis semua air liur yang pernah Imran ludahkan sudah dijilat kembali. Imran begitu benci IMF. Yang dianggap menyengsarakan rakyat Pakistan. Kini menyerah ke IMF.

Imran awalnya juga tidak suka Saudi. Yang memberi perlindungan kepada lawan politiknya: Nawaz Sharif. Kini Imran minta bantuan Saudi. Ia juga begitu anti-China.

Lantaran pemerintah sebelumnya sangat pro-Tiongkok. Bahkan sudah tergantung pada proyek-proyek besar One Belt One Roadnya Xi Jinping.

Tapi saat ke Beijing minggu lalu Imran kelihatan sangat asyik. Menikmati kunjungannya itu. Ke Beijing dan Shanghai. Bertemu Perdana Menteri Li Kejiang dan Presiden Xi Jinping.

Setidaknya 15 kontrak baru dibuat. Bahkan hubungan Pakistan-Tiongkok lebih baik lagi. Sudah dianggap sangat khusus: teman segala musim.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments