Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Advertorial

DKMG SD IT Yabis Optimistis Menang Melalui Inovasi Nugget Sayuran Olahan Para Siswa

Published

on

YAYASAN YABIS FOR BONTANG POST OPTIMISTIS MENANG: Para siswa DKMG SD IT Yabis Berfoto bersama usai melakukan presentasi dan kunjungan bersama tim visitasi Caravan Gizi Nestle Dancow
Dibaca normal 2 menit

BONTANG – SD IT Yabis Bontang mendapat kunjungan dari Caravan Gizi Nestle Dancow, Jumat (16/11) lalu. Rupanya, kedatangan tim visitasi dari Jakarta tersebut guna mencocokkan keakuratan data Dokter Kecil Mahir Gizi (DKMG) SD IT Yabis Bontang.

DKMG sendiri merupakan program edukatif yang bertujuan memberikan pengetahuan tentang gizi, kesehatan, dan kebersihan diri untuk menunjang pertumbuhan siswa SD di lingkungan sekolah. Melibatkan semua unsur siswa, guru pendamping, seluruh pengajar, yayasan, orang tua komite, mitra sekolah (Puskesmas Bontang Barat), Rumah Sakit Islam Bontang (RSIB), hingga unit TK.

“Kunjungan ini sebagai penilaian akhir lomba DKMG. Sebelumnya ada poling penilaian untuk dipilih 10 terbaik se-Kalimantan. Alhamdulillah, penilaian sementara SD IT Yabis peringkat satu,” ucap Moh Fauzi selaku Kepala SD IT Yabis Bontang.

Pada lomba ini, DKMG SD IT Yabis Bontang melakukan inovasi melalui olahan nugget sayur mayur. Sebagai solusi agar siswa-siswi gemar dan tertarik makan sayur. “Petugas DKMG merupakan perwakilan 8 siswa-siswi kelas 4 dan 5 SD. Mereka sendiri yang mengolah nugget sayuran dibantu wali murid dan pengajar,” tambah dia.

Fauzi berharap prestasi juara umum yang telah diraih pada 2016 lalu dapat dipertahankan oleh DKMG SD IT Yabis Bontang. Melibatkan tim agar dapat menjadi contoh bagi siswa-siswi lainnya.

Di tempat sama, Larastuti yang merupakan Pembina DKMG SD IT Yabis Bontang mengatakan, pengiriman foto dan video menjadi poin tambah diraihnya peringkat pertama se-Kalimantan. Sementara project inovasi nugget sayuran memiliki nilai 75 persen dari foto dan video.

“Bagaimana menciptakan inovasi makanan bergizi. Bagian ini merupakan misi Departemen Kesehatan untuk menghindari stunting atau kerdil. Tapi anak-anak sendiri yang berinovasi dibantu pembinanya,” terang Larastuti.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments