Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Opini

Peran Serta Dunia Usaha/Industri dalam Peningkatan Kompetensi Siswa SMK

Published

on

Dibaca normal 3 menit

Saat ini pemerintah terus  mendorong anak Indonesia untuk menuntaskan pendidikan 12 tahun hingga jenjang sekolah menengah, khususnya Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). SMK diharapkan menjadi pencetak tenaga kerja yang siap terjun ke lapangan. Akan tetapi, justru temuan berbeda dipaparkan oleh Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI). Belum ada perhatian serius terhadap pendidikan 12 tahun. Ditambah lagi, menurut Badan Pusat Statistik (BPS), pada 2017 justru penyumbang terbesar angka pengangguran di Indonesia berasal dari lulusan SMK yakni sebanyak 11,41 persen. Lulusan SMK yang diharapkan langsung bekerja, justru menganggur. Secara umum ada semacam miss match antara demand side dan supply.

Kebutuhan akan tenaga kerja banyak, tetapi tenaga kerja yang tersedia tidak memiliki keahlian yang dibutuhkan dunia usaha. Selain itu, akses lebih diutamakan. Pembangunan sekolah gencar di berbagai wilayah tapi tidak diikuti tata kelola yang baik termasuk laboratorium yang tidak up to date. Contoh bengkel untuk siswa jurusan otomotif, servis bengkel motor masih utak atik kaburator, padahal motor-motor zaman sekarang sudah tidak pakai.

Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menyatakan, kualitas dan daya daya saing tenaga lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih rendah sehingga tidak terpakai dunia industri. Hal tersebut dipengaruhi perbedaan pembelajaran di sekolah dengan dunia kerja. Pemerintah mengharapkan ada penyesuaikan kurikulum SMK dengan standar yang dikembangkan industri. Saat ini kurikulum yang dijalankan belum mencerminkan mutu yang diharapkan dunia industri karena berbagai keterbatasan. Dalam meningkatkan kompetensi siswa, perlu usaha untuk menjalin hubungan kerjasama dengan industri yang terkait untuk membantu memotivasi siswa.

Unsur utama yang perlu dikaji dan ditetapkan dalam sistem pendidikan teknologi kejuruan adalah tujuannya, yaitu menyiapkan peserta didik untuk memasuki dunia kerja. Terdapat tiga tujuan pendidikan teknologi dan kejuruan, yaitu: (1) Memenuhi kebutuhan masyarakat akan tenaga kerja, (2) Meningkatkan pilihan pendidikan bagi setiap individu, dan (3) Menumbuhkan motivasi untuk belajar sepanjang hayat.

Sebelumnya1 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments