Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]

Connect with us
Bermita Bersama Kami

HEADLINE

BUMDes Bantah Pakai Listrik Ilegal 

Published

on

Ilustrasi(Net)
Dibaca normal 2 menit

“Kami tak tahu siapa yang harus bertanggungjawab atas masalah ini. Kami tak tahu masalah pengambilan aliran listrik tersebut. Sekali lagi saya tidak tahu dan saya tak menyuruh,” Ahmad Rifandi, Direktur BUMDes Sangatta Utara

SANGATTA- Badan Usaha Milik Desa (BUMdes) Sangatta Utara membantah jika memakai listrik yang bersumber dari PLN secara ilegal. Jikapun ada dugaan tersebut, dapat dipastikan bukan BUMDes pelakunya, melainkan oknum yang tak bertanggungjawab.

Pasalnya, BUMDes tak pernah memerintahkan melakukan perbuatan tercela tersebut, yakni mengambil hak orang lain secara ilegal. “Kami tak tahu siapa yang harus bertanggungjawab atas masalah ini. Kami tak tahu masalah pengambilan aliran listrik tersebut. Sekali lagi saya tidak tahu dan saya tak menyuruh,” ujar Direktur BUMDes Sangatta Utara, Ahmad Rifandi.

Katanya, Bumdes sudah memiliki tiga meteran listrik untuk memenuhi semua kebutuhan pedagang. Dua meteran berasal dari PLN dan satu milik BUMDes. “Saya juga kaget kok ada sambungan di tengah. Kami sudah miliki tiga meteran. Itu sudah cukup dan bahkan berlebih. Jadi kami sama sekali tak tahu masalah ini,” katanya.

Dirinya membenarkan jika PLN melayangkan tagihan kepadanya sebesar  Rp 30-Rp 40 juta. Akan tetapi, sebelum melakukan pembayaran, dirinya sudah memberikan penjelasan secara matang dengan PLN. “Benar ada tagihan. Saya juga dipanggil PLN. Saya kaget dengar ada pengambilan listrik. Jadi saya jelaskan semua masalahnya,” katanya.

Untuk saat ini, dirinya masih melakukan komunikasi aktif dengan pihak terkait. Yakni dengan panitia acara kegiatan budaya dan PLN sendiri. “Saya tak mau menyalahkan siapapun. Saya hanya ingin mendapatkan solusi terbaik. Makanya harus menjalin komunikasi,” katanya.

Sebelumnya, dikabarkan jika BUMDes Sangatta Utara terancam terkena denda kisaran Rp 30 sampai Rp 40 juta. Pasalnya, PLN ULP Sangatta menemukan pemasangan MCB atau breaker listrik yang menyambung langsung tanpa izin ke jaringan kabel listrik milik PLN. Sambungan ini diduga dilakukan oleh BUMDes Sangatta Utara. Hal ini terungkap pasca petugas PLN melakukan pemeriksaan rutin di Taman Bersemi (eks STQ).

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca