Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]

Connect with us
Bermita Bersama Kami

Feature

Ubah Kampung Kumuh Jadi Kampung Berprestasi Lewat Kompos Ketika Emak-Emak Guntung Bersinergi dengan Pupuk Kaltim

Published

on

INSPIRASI: Rahmawati (kanan) menunjukkan tanaman yang menggunakan kompos produksi Kube Mekar Sari di lahan uji coba kompos.(LUKMAN/BONTANG POST)
Dibaca normal 5 menit

Jangan remehkan emak-emak. Meski tak lagi muda, bila niat demikian kerasnya, dedaunan berserakan bisa diubah jadi uang. Sebagaimana Rahmawati bersama kaum ibu di RT 07 Guntung yang sukses mengubah wajah kampung terkumuh menjadi terbersih, bahkan berprestasi tingkat nasional.

LUKMAN MAULANA, Bontang

Rahmawati tak menyangka gurauannya menjadi nyata. Perempuan berhijab ini mengenang betapa sampah dedaunan yang mengotori kampungnya sewindu lalu begitu membuat resah. Bagaimana tidak, daun-daun begitu banyaknya itu bercampur beragam sampah lainnya, menciptakan lingkungan tak sehat.

“Dahulu kami ibu-ibu duduk-duduk di bawah pohon, merumpi. Bergurau andaikan daun itu duit, pasti enggak akan berhamburan di tanah,” kisah Rahmawati.

Gurauan itu mengomentari kumuhnya lingkungan RT 07 Guntung yang terbilang parah. Sampai-sampai banyak warga terjangkit kudis pada rentang 2011-2012. Hampir semua warga di kampungnya terjangkit penyakit kulit yang disebabkan tungau tersebut. “Kebanyakan yang terjangkit itu anak-anak,” tuturnya.

Kala itu lingkungan RT sangat tercemar. Baik kondisi udara maupun airnya. Saking kumuhnya, RT 07 sampai diganjar “Black Award” di 2010 dari Pemkot Bontang, sebagai lingkungan terjorok di Bontang.

“Mereka buang sampah di mana saja. Bukan hanya plastik, kotoran ikan sampai limbah rumah tangga juga dibuang sembarangan. Belatung di sana-sini, beling di mana-mana. Sungai sampai dangkal dan sempit karena penuh sampah,” urai ibu dua anak ini.

Prihatin, Rahmawati mencoba berbuat sesuatu. Muncul ide mengadakan jadwal rutin menyapu lingkungan. Bersama ibu-ibu dasa wisma dengan kepedulian senada, Rahmawati mengutarakan niat tersebut kepada Ketua RT 07, Yunus. Ide itu disambut positif dan jadwal membersihkan lingkungan digulirkan di 2012.

Namun, upaya tersebut belum menggugah kesadaran warga. Malahan, Rahmawati sempat dicemooh. Meski demikian, semangatnya tak surut. Walaupun sebagian ibu-ibu di dasa wismanya belum semua mau menerima ajakan membersihkan lingkungan.

Sebelumnya1 dari 4 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca