Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Dahlan Iskan

Pesawat di Langit Warna Kuning di MCC

Oleh: Dahlan Iskan

 

Saya mencermati satu layar ke layar lain. Yang banyak ditempelkan di dinding. Di salah satu layar terlihat satu kotak kecil: warna kuning. Hanya satu kotak itu yang harus diwaspadai. Puluhan kotak lainnya normal.

Itulah layar-layar monitor. Untuk mengetahui banyak hal: apakah ada masalah di pesawat. Yang lagi terbang di langit.

 

Semua terhubung dengan monitor itu. Di Maintainance Control Centre (MCC) itu. Setiap terjadi  ketidaknormalan, petugas MCC tahu: pesawat apa yang lagi bermasalah. Di mana masalahnya. Lalu: apa yang harus dikerjakan. Apa yang harus dipersiapkan.

 

Itulah salah satu ruang penting di Garuda Maintainance Facility. Yang berlokasi di dekat landasan pacu bandara Soekarno-Hatta.

Saya diajak ke GMF minggu lalu. Sebelum terbang ke Palembang – lalu ke Malaysia. Itulah anak perusahaan Garuda yang paling moncer. Manajemennya bagus. Banyak perusahaan penerbangan asing percaya padanya.

 

Kinerja keuangannya juga  istimewa: laba besar. Setelah  lama dipisah dari Garuda. Menjadi anak perusahaan saja. Tujuannya: agar tidak ketularan penyakit di Garuda. Yang sensitif atas naik-turunnya harga bahan bakar. Atau naik-turunnya rupiah.

 

Tahun lalu GMF go public. Terbilang sukses. Apalagi kalau pembeli saham tutup mata: tidak mengaitkannya dengan kinerja buruk keuangan Garuda.

 

Saat ke GMF itu saya disambut direktur utamanya: Ir Iwan Joeniarto MM. Alumni Teknik Industri ITS Surabaya. Dipaparkanlah kinerja GMF. Dari tahun ke tahun. Membuat saya ikut bangga.

 

Di saat peninjauan itu saya melihat dua pesawat besar KLM. Milik perusahaan penerbangan kebanggaan Belanda. Yang sudah dibeli Air France. “Wow. KLM pun sudah percaya kepada GMF,” puji saya.

 

1 2 3Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button