Breaking News

Dukungan Lingkungan Pulihkan Mental Anak 

SANGATTA – Maraknya kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur di sejumlah kecamatan di Kutim, membuat Psikolog Rara Amiati resah. Perempuan yang juga bekerja sebagai konselor, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A), serta Staf Perlindungan Khusus Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kutim ini menyebut, kasus tersebut tak menutup kemungkinan akan kembali terjadi.

Menurutnya, kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur didasari oleh sejumlah faktor. Seperti minimnya interaksi antar orang tua dan anak, pola asuh yang salah, kurangnya sosialisasi edukasi seks sejak dini, faktor kekurangan ekonomi, atau sifat pedofilia pelaku pelecehan seksual pada anak. Ia membenarkan adanya perilaku menyimpang yang dilakukan oleh orang terdekat. “Bermacam-macam yang saya tangani, mulai dari lima sampai 16 tahun diserahkan pada kami,” katanya saat diwawancarai, Jumat (30/11).

Upaya pencegahan gencar dilakukan oleh pihaknya. Seperti melakukan sosialisasi ke beberapa kecamatan dengan menjalankan program Perlindungan Anak Terpadu Bagi Masyarakat (PATBM). “Kami sudah jalankan di Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Bengalon, Sangkulirang, Muara Wahau dan Kongbeng. Harapan saya bisa terealisasidi 18 kecamatan,” imbuhnya.

Ia berupaya untuk menghilangkan rasa traumatik. Sejumlah upaya dia lakukan. Seperti konseling dan pemulihan yang dilakukan menyesuaikan usia. “Penanganan tiap orang berbeda. Ada yang seminggu bahkan tiga bulan. Sembuh itu pasti, walaupun tidak bisa lupa, yang penting keluarga dan lingkungan mendukung,” jelasnya.

Bahkan, untuk membantu pemulihan, pihaknya siap membuka layanan konsultasi hingga seumur hidup korban jika diperlukan. Hal itu membantu untuk mengembalikan semangat hidup anak agar memiliki masa depan lebih baik.

Dirinya meminta pada masyarakat yang menemui kasus serupa agar dapat melapor padanya, guna mencegah tingkat depresi pada anak yang menjadi korban. “Orantua harus bisa lebih berperan aktif, kalau ada apa-apa, lapor. Karena jika orang tua malu, anak akan semakin terpuruk,” bebernya.

Dengan bekerja sama kepolisian, Dinas Sosial, maupun masyarakat, pihaknya mengaku akan memberikan rasa aman dan nyaman untuk seluruh korban. (*/la)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button