Kaltim

Jelang Natal dan Tahun Baru, Pemkot Waspadai Permainan Harga

SAMARINDA – Naiknya harga bahan pokok di pasar ternyata tidak melulu dipengaruhi terbatasnya stok barang yang beredar. Faktor momentum atau perayaan hari-hari besar keagamaan juga dapat memicu naiknya harga komoditas di masyarakat.

Hal itu diakui Asisten II Sekretariat Kota (Setkot) Samarinda, Endang Liansyah. Menurutnya, momentun hari besar agama seperti perayaan hari raya iduladha dan idulfitri, perayaan natal dan pergantian tahun baru kerap dimanfaatkan pedagang untuk menaikkan harga barang.

Melalui rapat lintas sektoral di Balai Kota Samarinda, Kamis (29/11) lalu, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda mencoba melakukan upaya antisipasi pada melonjaknya harga jelang natal dan tahun baru. Di antaranya, pemerintah berencana melakukan peninjauan pasar awal bulan Desember ini.

Walau begitu, dari hasil laporan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Samarinda, sampai awal Desember ini pasokan bahan pokok masih cukup aman. Baik itu beras, gula, tepung, ikan, hingga pasokan bahan bakar minyak (BBM).

Di sisi lain, mengingat Samarinda bukan daerah penghasil pertanian, Endang mengaku, Pemkot Samarinda telah menjalin kerja sama perdagangan panjang dengan beberapa daerah di Sulawesi Selatan (Sulsel). Terutama untuk beberapa bahan pokok yang memiliki jangka waktu penyimpanan yang cukup tahan lama.

“Kalau untuk tomat dan cabai, Samarinda masih aman. Karena kemarin Pak Wali Kota juga baru panen cabai dengan petani di Samarinda,” kata dia.

Ia menyebut, untuk stok beras, Samarinda masih memiliki lima ribu ton. Stok itu masih cukup untuk memenuhi kebutuhan beras warga Samarinda hingga enam bulan ke depan.

Kendati demikian, kegiatan peninjauan pasar tetap akan dilakukan awal bulan ini. Peninjauan tersebut akan dilakukan dibeberapa titik, antara lain di Pasar Segiri untuk memastikan ketersediaan bahan pokok, SPBU di Jalan Juanda untuk mengecek pasokan BBM, daerah pergudangan di Jalan IR Sutami dan di kantor Bulog.

“Untuk elpiji yang sempat dikeluhkan warga mengalami kelangkaan, kami juga memastikan semuanya aman. Elpiji dengan berbagai ukuran semuanya ada. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” imbuhnya.

Sebagai upaya antisipasi, Disperindag Samarinda telah diminta melakukan pengawasan. Pasalnya, beberapa kali pemerintah mendapatkan adanya kendaraan luar daerah yang datang membeli dan mengambil elpiji di Samarinda untuk kemudian dijual ke daerah lain.

“Ada mereka yang datang beli elpiji di beberapa agen atau penjual eceran, setelah banyak lalu dibawa ke luar Samarinda. Ini yang perlu kami lakukan pengawasan,” tuturnya.

Adapun untuk ayam dan telur, diakui Endang, harga jualnya memang selalu fluktuatif. Khusus untuk kedua komoditas itu, naik dan turunnya harga tidak hanya karena faktor cuaca atau stok yang terbatas, tetapi karena adanya permainan yang dilakukan pedagang yang memanfaatkan momem hari-hari besar.

“Momen ini bisa bikin inflasi. Barangnya tersedia. Stoknya banyak. Cuman pedang ini terkadang kompak menaikan harga barang. Karena semua sepakat, ya naik,” katanya. (drh)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button