Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Dahlan Iskan

Mexico di Gigi El Peje

Published

on

Dibaca normal 3 menit

Oleh Dahlan Iskan

Tanyalah orang Meksiko. Yang sudah lama tinggal di Indonesia. Jawab mereka  sama: Meksiko itu persis Indonesia. Dalam hal perilaku politiknya.

Mereka salah: Indonesialah yang persis Meksiko.

Sabtu kemarin Meksiko melantik presiden baru: Lopez Obrados. Umur: 65 tahun. Istri pertama meninggal karena paru-parunya. Istri berikutnya mantan stafnya: saat jadi gubernur ibukota.

Ia berjanji melakukan perubahan besar di Meksiko. Satu perubahan yang nyata. Begitu nyatanya sampai ia sebut sebagai revolusi keempat.

Itulah inti pidato pertamanya. Setelah upacara pelantikan Sabtu kemarin. Bikin revolusi keempat.

Tiga revolusi sebelumnya memang nyata: merdeka dari Spanyol (1820), merdeka dari gereja (1850), merdeka dari kediktatoran (1920).

Masih belum jelas: revolusi keempat itu merdeka dari apa. Kan baru janji. Begitu banyak janji kampanye yang menguap begitu saja.

Pidato-pidato kampanye El Peje memang memikat. El Peje adalah nama julukannya. Tapi saya tidak menangkap ide yang besar sekali. Kampanye itu saya ikuti dengan sasama. Terutama saat saya mengelana di dekat-dekat Meksiko. Bulan puasa lalu. Masuk lewat perbatasannya dengan Texas. Sambil potong rambut.

Yang selalu ia tegaskan: akan mendengar semua suara rakyat. Kanan maupun kiri. Mayoritas maupun minoritas. Akan memperbanyak perusahaan negara. Yang terlanjur banyak dijual di masa lalu. Akan memproduksi semua barang yang diperlukan rakyat. Tidak mau impor lagi. Mengecam para pengusaha. Yang ia sebut seperti merasa jadi pemilik negara’. Ia kecam cara militer: dalam memerangi mafia obat bius. Akan ia perbanyak program sosial untuk rakyat.

Tapi ia juga menegaskan: akan menciptakan iklim usaha yang baik. Akan membina hubungan dengan Amerika. Akan menggunakan militer untuk memberantas kriminalitas.

Kita memang harus sabar menunggu: siapa tahu Obrados punya senjata rahasia. Yang masih disembunyikannya.

Sebelumnya1 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments