Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

HEADLINE

Jatam Endus Ada Mafia Tambang Bermain  Di Balik Bencana Longsor Sangasanga, Pemerintah Diminta Tak Berpangku Tangan 

Published

on

MOMOK: Bencana longsor yang terjadi di Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga, Kukar menjadi momok bagi masyarakat. Sebab, musibah tersebut bisa menjadi cermin betapa besarnya bahaya yang mengintai masyarakat.(FOTO: JATAM UNTUK METRO SAMARINDA)
Dibaca normal 6 menit

SAMARINDA – Bencana tanah longsor yang terjadi di Jalan Kawasan, RT 09, Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga, Kutai Kartanegara, Kamis (29/11) lalu, menyisakan tanda tanya besar bagi Jaringan Advokasi Tambang (Jatam) Kaltim. Lembaga swadaya masyarakat (LSM) ini mengendus adanya mafia yang bermain di balik aktivitas pertambangan yang berlangsung di kawan tersebut.

Ketua Forum Komunikasi Pembangunan Masyarakat Sangasanga Peduli Lingkungan (FKP-MSPL), Harun menyebut, jauh sebelum musibah tanah longsor itu terjadi, pihaknya telah berulang kali meminta pemerintah kecamatan hingga kabupaten untuk meninjau ulang pertambangan milik PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN) yang beroperasi di daerah itu.

Namun permintaan itu nyaris tidak pernah digubris. Selain itu, warga setempat bahkan beberapa kali telah mengelar aksi unjuk rasa sebagai wujud penolakan. Namun protes demi protes itu kembali berakhir tanpa hasil. Hingga akhirnya musibah itu tiba, barulah pemerintah dan stakeholder terkait ramai-ramai angkat bicara.

MOMOK: Bencana longsor yang terjadi di Kelurahan Jawa, Kecamatan Sangasanga, Kukar menjadi momok bagi masyarakat. Sebab, musibah tersebut bisa menjadi cermin betapa besarnya bahaya yang mengintai masyarakat.(FOTO: JATAM UNTUK METRO SAMARINDA)

“Kami sudah memprediksi itu. Dari 24 Agustus lalu, kami sudah memperingatkan. Kami menyampaikan surat penolakan secara administrasi kepada semua instansi terkait untuk mengkaji ulang kegiatan pertambangan PT ABN. Tapi tidak pernah direspon hingga bencana itu terjadi,” kata dia dalam jumpa pers bersama Jatam Kaltim, Senin (3/12) kemarin.

Harun mengkritik keras pernyataan Camat Sangasanga, Gunawan yang sebelumnya mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan pertambangan yang dilakukan PT ABM di kawasan itu. Menurut dia, sebagai pejabat pemerintahan, Gunawan dianggapnya telah berbohong.

Apa yang diutarakan Harun bukan tanpa alasan. Menurutnya, ia bersama para pegiat lingkungan di Sangasanga telah menyampaikan permasalahan tersebut kepada Gunawan selaku Camat Sangasanga. Bahkan Harun mengaku memiliki bukti adanya surat terkait masalah tersebut. “Bahasanya Pak Camat yang mengatakan tidak tahu itu, adalah bohong,” tudingnya.

Sebelumnya1 dari 5 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments