Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

Sangatta

Untuk Latgab, Pantai Sekerat Dianggap Ideal Disebut Lebih Baik dari Natuna

Published

on

LAHAN TERBAIK: Pantai Sekerat disebut Danrem 091/ASN Brigjen TNI Irham Waroihan merupakan lokasi terbaik untuk latihan gabungan.(LELA RATU SIMI/SANGATTA POST)
Dibaca normal 1 menit

SANGATTA – Danrem 091/ASN, Brigjen TNI Irham Waroihan, usai mengunjungi pantai Sekerat Bengalon, mengatakan Kutim merupakan tempat terbaik untuk latihan gabungan. Tak tanggung-tanggung, ia membandingkan Kutim dengan Natuna dan Baturaja.

Terutama di Pantai Sekerat, merupakan lokasi yang dianggap ideal. Dan mempunyai segala kelengkapan yang dibutuhkan. “Kutim harus bangga, karena Sekerat merupakan tempat standar latihan gabungan terbaik untuk TNI. Baik pengerahan angkatan darat, laut dan, dan udara,” paparnya saat diwawancarai di Makodim 0909/Sgt.

Lebih lanjut ia mengatakan, Sekerat tempat pelatihan yang bagus jika dibandingkan dengan Natuna, Assembagus dan Baturaja. Di mana di lokasi ini semua fasilitas pendukung dianggap sudah memadai.

“Nantinya pelatihan akan ke arah Aremed dan Arhanud. Kami sudah melihat ke arah sana. Untuk itu tahun ini fokus menata ulang untuk dilakukan tempat latihan. Karena ini memang ideal digunakan untuk area berlatih,” jelasnya.

Sebelum dilakukannya uji coba, pantai yang merupakan lahan terbaik ini akan kembali ditata ulang, meskipun dianggap paling bagus dan ideal. “Kami akan menata ulang untuk latihan. Supaya lebih bagus lagi,” ujar IRham.

Untuk diketahui Sekerat rencananya akan dijadikan tempat uji coba roket pertahanan buatan dalam negeri. Roket yang tengah dikembangkan Litbang Kementerian Pertahanan Indonesia (Kemenhan) tersebut, yakni bernama R-Han.

Hal tersebut sudah direncanakan sejak tahun lalu. Di mana Kemenhan telah melakukan pengembangan roket. Sebagai salah satu program prioritas nasional dalam rangka melakukan kemandirian alat utama sistem senjata atau alutsista.

Jika R-Han telah beberapa kali dilakukan uji coba. Pertama pada 6 November 2010 lalu di Baturaja Lampung, dengan panjang roket 1,7 meter, dan berdiameter 122 millimeter. Roket kedua dengan panjang 2,8 meter dan diameter 122 millimeter, diuji coba pada 6 Maret 2014 di Garut Jawa Barat.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments