Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

HEADLINE

Pekerjaan Proyek Bikin Air Keruh PDAM Kuak Ragam Penyebab Buruknya Kualitas Air

Published

on

Suparjan(Dhedy /Sangatta Post)
Dibaca normal 1 menit

SANGATTA – PDAM Tirta Tuah Benua Kutim cukup terganggu dengan keluhan masyarakat terkait keruhnya air bersih perusahaan pelat merah tersebut. Mereka harus menjelaskan secara gamblang penyebab kekeruhan air beberapa waktu lalu. Sehingga, masyarakat tak memberikan penilaian negatif terhadap PDAM lantaran mereka telah memberikan pelayanan secara maksimal.

Dikatakan Plt Dirut PDAM, Suparjan, di antara sebab keruhnya air bersih PDAM ialah adanya pengerjaan proyek yang dilakukan oleh kontraktor. Tak jarang aktivitas proyek ini mereka merusak pipa PDAM.

“Jika (pipa) bocor, biasanya mereka (pekerja proyek, Red.) hanya ikat dengan karet. Lalu kembali ditimbun dengan  tanah. Nah lambat laun, tanahnya masuk ke dalam pipa dan membuat air kotor. Padahal maksud kami, jika (terdapat kebocoran) bisa dilaporkan. Sehingga dapat diperbaiki,” ujar Suparjan.

Penyebab lainnya yaitu buruknya kualitas air sungai. Lantaran PDAM masih memanfaatkan air sungai untuk memenuhi kebutuhan warga. Jika air sungai terbilang buruk dari biasanya, maka akan berdampak pula pada kualitas air PDAM. “Meskipun sudah dilakukan penyaringan,” bebernya.

Sebab keruhnya air berikutnya yaitu adanya pembersihan pipa. Suparjan menerangkan, PDAM sudah memrogramkan pembersih pipa secara rutin dalam setiap kesempatan. Sehingga air bersih yang dihasilkan semakin berkualitas.

“Jika sudah lama (tak dibersihkan), pasti ada endapan lumpur. Apalagi di kawasan rendah. Maka perlu dibersihkan pipanya,” jelas Suparjan.

Kendala terakhir yaitu adanya pipa yang bocor. Baik karena faktor usia atau sebab lainnya. Menurut Suparjan, semua sebab itu memungkinkan keruhnya air PDAM. Namun dia menyebut PDAM terus melakukan pembenahan. Semua kemungkinan penyebab air keruh diminimalisasi.

“Memang solusi utama agar air bersih ialah melakukan pembersihan pipa. Namun hal itu tak dapat kami lakukan terus. Karena cukup banyak memakan air. Sekali kuras saja memakan air 50 ribu liter. Padahal kami hanya menyalurkan air 24 ribu liter per hari. Makanya tidak bisa terus dilakukan pengurasan air,” terangnya. (dy)

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca