Connect with us
Lomba Foto Pupuk Kaltim

HEADLINE

Pemprov Bakal Evaluasi Pertambangan  Pengamat: Sanksi Perusahaan Harus Memberi Efek Jera 

Published

on

Meiliana, Herdiansyah Hamzah(FOTO: DOK/METRO SAMARINDA)
Dibaca normal 3 menit

SAMARINDA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim membuka kemungkinan mengevaluasi semua izin usaha pertambangan (IUP) di Kaltim. Langkah itu diambil seiring dengan banyaknya tuntutan dari berbagai pihak. Terutama dengan kian banyaknya dampak dari aktivitas penggalian emas hitam tersebut.

Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltim, Meiliana menyebut, salah satu langkah yang akan diambil pemerintah sebelum benar-benar mengevaluasi izin-izin pertambangan, yakni memanggil semua inspektur tambang di Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim.

Rencana diambil seiring arahan dari Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim, Hadi Mulyadi, usai rapat bersama dengan Dinas ESDM, Senin (5/12) lalu. Terutama setelah pemberian sanksi penutupan PIT I West sebelah barat milik PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN) setelah insiden tanah longsor di Sangasanga.

“Nanti Pak Hadi akan memanggil para inspektur tambang supaya melaporkan apa saja pekerjaan mereka sebagai inspektur tambang dan sudah turun di mana saja,” kata dia, Rabu (5/12) kemarin.

Dari pemanggilan itu, Pemprov Kaltim ingin mengetahui setiap kegiatan pertambangan yang berdekatan dengan kawasan pemukiman warga. Sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Lingkungan Hidup (Permen LH) nomor 4 tahun 2012, kegiatan pertambangan harus di atas radius 500 meter.

“Saya mendukung apa yang diinginkan Pak Wakil Gubernur untuk memanggil para inspektur tambang,” ujarnya.

Meiliana mengaku, seiring maraknya permasalahan tambang yang belakangan bermunculan, maka tak menutup kemungkinan Pemprov Kaltim akan melakukan evaluasi menyeluruh atas semua IUP di Kaltim.

“Iya, kami akan tegas dan melakukan evaluasi. Kalau memang tidak sesuai aturan dan radiusnya di bawah 500 meter, ya kami akan tegaskan. Kami memang harus menyetopnya. Kami harus berani menyetopnya. Kalau tidak berani menyetop, aduh (bisa jadi masalah, Red.),” tegas dia.

Sebelumnya1 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments