Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Kaltim

Wagub Ingin Ada Laporan Berkala 

SAMARINDA – Sebanyak 38 Inspektur Tambang dikumpulkan di kantor Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, Selasa (11/12) sore kemarin. Kehadiran para pengawas tambang itu untuk memenuhi undangan Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim, Hadi Mulyadi, dalam rangka mengupas sederet masalah tambang yang banyak terjadi belakangan ini.

Rapat yang berlangsung tertutup di ruang Wagub Kaltim itu diikuti juga Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Kaltim, Wahyu Widhi Heranata. Beberapa di antara para kepala bidang di instansi itu ikut hadir pada rapat pengarahan tersebut.

Usai mengikuti rapat, Kepala Dinas ESDM Kaltim, Wahyu Widhi Heranata mengatakan, dari hasil koreksi dan data yang disampaikan para inspektur tambang, diketahui terdapat 180 izin usaha pertambangan (IUP). Yang telah beroperasi dan berproduksi batu bara di Kaltim.

“Dari jumlah itu, kami bagi ke 38 inspektur tambang. Secara berkala, mereka akan mempresentasikan kepada saya dan Pak Wagub apa saja hasil pengawasan yang telah mereka lakukan,” kata dia.

Pemaparan hasil pengawasan pertambangan itu, sambung dia,  rencananya akan mulai dilaksanakan pekan depan. Masing-masing inspektur tambang akan memberikan laporan kegiatan IUP yang telah mereka awasi selama ini.

“Rencananya presentasi hasil pengawasan pertambangan akan mulai dilakukan pada minggu depan oleh masing-masing inspektur tambang,” tegasnya.

Widhi mengungkapkan, melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019, Dinas ESDM Kaltim akan mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp 600 juta. Dana tersebut akan digunakan untuk biaya operasional pengawasan para inspektur tambang.

“Kami juga mengusulkan dana pengawasan ke pemerintah pusat. Itu saya sampaikan kepada Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Direktur Teknik dan Lingkungan, Sri Raharjo saat berkunjung di Balikpapan,” kata dia.

Kepada pemerintah pusat, Dinas ESDM Kaltim mengusulkan dana sebesar Rp 7,4 miliar. Selain digunakan untuk mendukung biaya operasional para inspektur tambang, alokasi anggaran tersebut juga akan dimanfaatkan untuk pengadaan sarana dan prasarana penunjang dalam pengawasan pertambangan.

1 2Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button