Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Kaltim

Timsel dan KPU RI “Adu” Hemat Bicara 

SAMARINDA – Benang kusut seleksi penerimaan calon anggota komisoner KPU Kaltim sepertinya belum dapat diurai. Sebab, baik tim seleksi (Timsel) KPU Kaltim dan tim pemeriksa yang diutus KPU RI satu suara untuk beradu hemat bicara terkait berbagai permasalahan dalam proses seleksi calon anggota penyelenggara pemilu tersebut.

Seperti diketahui, pelaksanaan seleksi calon anggota KPU Kaltim untuk sementara waktu terpaksa dihentikan. Keputusan itu menyusul dilayangkannya gugatan oleh sejumlah calon anggota KPU Kaltim yang tidak terima dengan keputusan timsel.

Atas dasar itu, KPU RI menghentikan seluruh proses seleksi calon anggota KPU Kaltim. Keputusan itu diterbitkan KPU RI dalm surat bernomor 1458/PP.06-SD/05/KPU/XI/2018 dan ditujukan kepada Timsel KPU Kaltim tertanggal 27 November 2018.

Di surat itu, Ketua KPU RI Arief Budiman menerangkan, sehubungan dengan petunjuk teknis keputusan KPU perihal passing grade (ambang batas), ditambah dengan pengumuman hasil computer assisted tes (CAT) yang meloloskan 27 peserta. Sementara yang memenuhi passing grade hanya 6 orang.

Maka atas dasar itu, KPU RI meminta kepada Timsel KPU Kaltim untuk menghentikan proses seleksi sampai adanya keputusan yang jelas dari KPU RI. “KPU akan mengirimkan tim untuk melakukan klarifikasi,” tulis Arief Budiman.

Sebagaimana pernyataan Arief Budiman tersebut, Rabu (12/12) kemarin, sebanyak tiga orang utusan KPU RI melakukan pertemuan terbatas dengan para Timsel KPU Kaltim. Pertemuan yang berlangsung tertutup di Ruang Kaliorang, Hotel Mesra Samarinda itu dimulai sejak pukul 11.00 Wita siang.

Dari pantauan media ini hingga pukul 19.10 Wita kemarin, rapat antara tim utusan KPU RI dan Timsel KPU Kaltim masih berlangsung. Sebelumnya, pada pukul 18.30 Wita atau saat istirahat salat magrib, beberapa awak media yang telah menunggu sejak siang hari sempat mewawancarai Ketua Timsel KPU Kaltim, Prof Dr Susilo.

1 2 3Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button