APBD Samarinda Diproyeksi Rp 2,7 Triliun

SAMARINDA – Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda menaruh target besar untuk Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2019. Alokasi anggaran sebesar Rp 2,7 triliun dipatok pemerintah untuk kebutuhan belanja langsung maupun tidak langsung pada tahun depan.

Sebagaimana data Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Samarinda, proyek Rp 2,7 triliun itu terbilang cukup tinggi. Jika dibandingkan kesepakatan awal yang dilakukan Pemkot dan DPRD Samarinda yang mematok diangka Rp 1,9 triliun (selengkapnya lihat grafis).

Kepala Bapenda Samarinda, Hermanus Barus menerangkan, penetapan awal APBD 2019 sebesar Rp 1,9 triliun didasarkan karena belum adanya dana alokasi khusus (DAK) dan dana bantuan keuangan (bankeu) yang masuk di postur APBD.

Namun setelah dilakukan evaluasi oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim, baru kemudian didapatkan penambahan anggaran yang bersumber dari bankeu, DAK dan dana alokasi umum (DAU) dari pemerintah pusat. Selain itu, membengkaknya postur APBD karena mendapatkan suntikan pendanaan dari bagi hasil provinsi.

“Makanya tahun depan kita bisa mencapai Rp 2,8 triliun. Saat pembahasan awal dengan dewan, nilainya kita sepakati Rp 1,9 triliun. Tapi ketika itu, kita belum mendapatkan dana bagi hasil pajak dan migas,” ungkapnya, Kamis (13/12) lalu.

Hermanus menyebut, sebelum keluar rilis dari Menteri Keuangan (Menkeu), bahkan awalnya APBD 2019 yang disodorkan ke meja dewan hanya dipatok Rp 1,1 triliun. Namun setelah rilis dikeluarkan Menkeu, Samarinda mendapatkan dana perimbangan yang terdiri atas dana bagi hasil pajak, bagi hasil bukan pajak, DAU dan DAK. “Nilainya mencapai Rp 1,5 triliun,” ungkapnya.

Menurut Hermanus, mengapa pemkot ketika itu mematok APBD 2019 sebesar Rp 1,1 triliun, karena mengacu Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) nomor 38 tahun 2018 tentang Petunjuk Penyusunan APBD 2019. “Di aturan itu menyebut, kalau belum ada angka yang diumumkan Menkeu, maka gunakan angka rata-rata selama tiga tahun terakhir,” terangnya.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept