Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]

Connect with us
Bermita Bersama Kami

HEADLINE

Tanda Terakhir Rahayu dan Keluarga 

Published

on

TINGGAL KENANGAN: Sri Rahayu beserta suami dan kedua anaknya yang ikut menjadi korban dalam musibah tersebut.(ISTIMEWA)
Dibaca normal 3 menit

KASUS kebakaran yang menimpa keluarga Sri Rahayu menyisakan rasa pilu mendalam bagi keluarga besarnya. Bagimana tidak, dalam musibah itu, Sri Rahayu tidak sendiri. Ia terjebak bersama suami dan kedua anaknya.

Tak hanya itu, keponakan, kakak ipar dan kakak kandungnya Ilhamsyah (50) juga ikut menjadi korban dalam peristiwa nahas yang terjadi di Jalan Jakarta, Perum Kopri Blok CK, Nomor 4, Kelurahan Loa Bakung, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda pada Selasa (18/12) dini hari kemarin.

Muni Wiyoso, kakak Sri Rahayu menceritakan, ia tidak memiliki firasat buruk apapun sebelum peristiwa mematikan itu terjadi. Yang membuat hati Muni cukup tersayat-sayat, karena anak Rahayu dan Ilhamsyah ikut menjadi korban dalam musibah itu.

“Kami sembilan bersaudara. Sri Rahayu anak terakhir. Ibrahim suami Rahayu. Rafli dan Nanda anaknya. Di situ ada Firman anaknya Erna dan Ilham yang juga abang saya,” ucap Muni dengan nama berat.

Ia mengaku, peristiwa tersebut pertama kali dia ketahui setelah seseorang menelepon istrinya. Semula, ia mengira musibah itu hanya kebakaran biasa. Namun setelah tiba di lokasi kejadian, betapa dia bak disambar petir setelah mengetahui mereka yang tinggal di rumah itu juga ikut menjadi korban jiwa.

“Saya benar-benar enggak menyangka kalau rumahnya kebakaran dan memakan korban. Saya sempat marah dan menyalahkan adik saya (Ilham, Red.). Tapi begitu anak saya yang paling besar bilang Mama Ayu semua sudah enggak ada. Dari situ saya mau pingsan,” tuturnya.

Ia bercerita, sebelum musibah kebakaran itu terjadi, adiknya Sri Rahyu sempat mengunggah beberapa foto di akun media sosial facebook miliknya. Dalam posting-annya itu, Rahayu juga ikut menandainya. Posting-aan itu tidak hanya satu kali, tetapi sampai beberapa kali.

Sebelumnya1 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca