WASPADA!!! Kutim Masuk Daerah Transit Narkoba

SANGATTA – Wilayah Kabupaten Kutai Timur diidentifikasi sebagai salah satu daerah transit Narkoba di Kaltim. Kasat Reskoba Polres Kutim Iptu Mikael Hasugian menyebut Kutim sebagai daerah transit narkoba untuk dipasok ke kota-kota di Kaltim. “Daerah kita (Kutim, Red.) ini hanya transit, kawasan yang mudah dimasuki narkoba. Apalagi Kalimantan Utara sangat dekat, di sanalah wilayah awal dengan peredaran terbesar,” jelasnya, Rabu (19/12).

Dari data yang dimilikinya, sejak awal tahun hingga awal Desember 2018 pihaknya telah mengungkap sekira 112 laporan polisi (LP) temuan narkoba. Melihat tingginya angka tersebut, ia merasa miris, sehingga membuatnya terus melakukan upaya paksa untuk membongkar peredaran gelap narkotika.

“Kami hajar saja terus, selagi masih ada potensi, saya akan berupaya menekannya. Supaya generasi mendatang tidak hancur. Kami tempuh dengan upaya hukum,” tandasnya.

Beragam upaya telah dilakukan olehnya, termasuk menggandeng stakeholder dengan target zero narkoba. “Kutim termasuk daerah yang parah, malah pernah mendapatkan temuan kasus narkoba hingga 16 kilogram,” katanya.

Tidak hanya melibatkan BNK dan pemerintah, namun ia mengajak perusahaan di Kutim agar giat sosialisasi, supaya berdampak besar pada masyarakat daerah.

“Kami sudah bertemu dengan kader kesehatan di Kutim, saya harap mereka bisa menjadi kaki tangan yang bisa mengedukasi warga,” harapnya.

Ia menjelaskan, dasar hukum saat ini semakin menguat, bergantung pada Udang-Undang RI nomor 5 tahun 1997 tentang psikotropika, dan peraturan lain merupakan landasan kuat dalam upaya Indonesia bebas narkoba.

“Sekarang kita sudah dibantu oleh aturan. Semoga masyarakat bisa membantu polisi dalam pengungkapan, biar kami nanti yang selesaikan,” tutupnya. (*/la)

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept