Breaking News

Amankan TPS, Linmas Dapat Kaos 

SANGATTA – Sejumlah camat mengeluhkan pakaian yang diperoleh Linmas. Camat Rantau Pulung, Mulyo mengakui fasilitas pakaian dinas hanya seadanya. Padahal sejauh ini setiap pemilu membutuhkan Linmas untuk pengamanan di masing-masing TPS. “Saya lihat di pilgub lalu, Linmas hanya mendapat kaos. Padahal mereka masih dibutuhkan, bahkan harus dua orang per TPS,” ungkapnya.

Dia meminta, agar dalam pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019 mendatang, persiapan lebih dimatangkan. “Mumpung waktunya masih panjang hingga April 2019 nanti, agar lebih dimaksimalkan persiapannya, karena kasihan mereka,” ujarnya.

Senada, Camat Sangatta Utara, Basuni meminta agar jadwal kerja Linmas harus ada penetapannya. Guna tidak membuat bingung saat pelaksanaan berlangsung.

“Jangan sampai kebutuhan mereka tidak terindetifikasi,” pintanya.

Ia berharap dengan ini, antar camat,  PPK dan Linmas tetap dalam jalur koordinasi, mengingat tingkat kerawanannya tinggi.

Dikatakan oleh Kepala Pemadam Kebakaran Kutim, Rizali Hadi, hingga lima bulan terakhir terus melakukan rapat persiapan. Bahkan untuk memenuhi hal ini, pihaknya terjun ke lapangan untuk pendataan.

“Linmas harus disiapkan, kami turun ke lapangan dan minta data ke camat, nanti mereka lagi yang meminta ke desa dan PPS. Jika sudah dapat akan kami kirim ke bupati. Tapi hanya sedikit camat yang setor data. Itu yang menjadi kendala,” tuturnya.

Ia menjelaskan anggaran yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan pakaian Linmas. Dengan dana yang beragam seluruhnya disesuaikan dengan ketersediaan dana. “Kalau lengkap dengan pakaian dinas lapangan bisa mencapai Rp 2 miliar, setengah lengkap Rp 1 miliar, dan tidak lengkap Rp 600 juta. Jika uang cukup kami sesuaikan,” bebernya.

Dijelaskan Sekretaris Daerah (Sekda) Kutim Irawansyah, Linmas tidak lagi dalam naungan pemerintah. Sehingga ia masih mengkaji kembali anggaran yang harus disiapkan. “Dulu memang ada organisasinya,  bahkan tersedia gajinya. Mereka hanya bersifat sementara. Nanti jika selesai pemilu, mereka bubar lagi,” tutupnya. (*/la)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button