Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]

Connect with us
Bermita Bersama Kami

HEADLINE

Terkait Harga TBS, Petani Sawit Pilih Gerak Sendiri Sebut Tak Andalkan Pemerintah 

Published

on

Hasim Lawida(Dhedy/Sangatta Post)
Dibaca normal 2 menit

SANGATTA – Forum Petani Sawit Kutim (FPS) Kutim tampaknya tak percaya lagi atas peran pemerintah terkait penanganan masalah menurunnya harga Tandan Buah Segar (TBS) di Kutim. Sekalipun pemerintah sudah mengeluarkan imbauankepada perusahaan terkait penetapan harga dan penataannya.

Hasim Lawida, salah seorang pengurus inti FPSK mengatakan, imbauan tersebut menjadi percuma. Lantaran tak ada inisiatif untuk menindaklanjuti imbauan tersebut. Hasilnya, perusahaan acuh dan mengabaikan.

Berdasarkan hal itu, FPSK cukup kecewa. Atas dasar tersebut, terjadilah aksi damai yang mengepung tiga perusahaan besar di Kutim. Hasilnya cukup memuaskan. Tuntutan pertani dikabulkan. “Kalau menunggu pemerintah, tak akan ada hasilnya. Tak ada tindak lanjut. Makanya kami bergerak secara independen. Alhamdulillah harga sawit dinaikkan,” jelas Hasim bersama Ketua FPSK, Hasbudi.

Terkabulnya tuntutan bukan perjuangan yang mudah. Penuh pengorbanan. Bahkan harus berdebat dengan aparat kepolisian. Tetapi semua demi rakyat. Tak ada yang dapat mencegah niat baik tersebut.

“Sebenarnya besar harapan kami kepada pemerintah. Tetapi setelah kejadian ini, harapan kami sudah tipis. Kami lebih baik gerak sendiri. Kenapa? Karena kami sudah negosiasi ke pemerintah tetapi tak ada hasilnya. Makanya kami ambil jalan sendiri,” jelas Hasim.

Diketahui, hasil kesepakatan antara forum dan perusahaan terkait harga TBS ialah Rp 900 per kilogram. Namun, hal ini hanya berlaku pada bulan ini atau semenjak ditetapkannya kesepakatan. Pada 2019 nanti, perusahaan wajib membeli sawit warga sesuai dengan harga pemerintah. Yakni kisaran Rp 1.000 per kilogram.

Jika tidak, tentu saja forum akan menuntut hak kembali. Dan pastinya, akan mengerahkan massa yang lebih besar lagi. Karena diketahui, massa yang datang aksi pada Rabu, (19/12) hanya sekira 50 persen dari jumlah petani yang tergabung dalam forum Tani Sawit. Itupun jumlahnya sekira 800 orang.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments