Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]

Connect with us
Bermita Bersama Kami

Sangatta

Kadarkum di Kutim Masih Minim Dampak Desa Percontohan Belum Maksimal, 2019 Ditingkatkan

Published

on

Dibaca normal 2 menit

SANGATTA – Masih minimnya praktik keluarga sadar hukum (Kadarkum), merupakan suatu hal yang terus dikembangkan di seluruh daerah, termasuk Kutim. Kadarkum memiliki fungsi sebagai wadah untuk menghimpun masyarakat dengan kemauan sendiri dan secara sadar, untuk meningkatkan pentingnya kesadaran hukum.

Beberapa contoh nyata yang kerap ditemukan dalam kehidupan sehari-hari merupakan hal nyata, bahwa kesadaran diri sendiri pada hukum masih rendah. Dapat dilihat dari budaya kurangnya tanggung jawab warga dalam membuang sampah di tempatnya, atau dapat dilihat dari hal lain, seperti kurangnya kesadaran dalam kehati-hatian berkendara, yang masih berisiko membahayakan orang lain.

Wakil Bupati Kutim Kasmidi Bulang, menyampaikan perkembangan sadar hukum di masyarakat sejumlah desa sudah meningkat. Terlebih adanya desa sadar hukum bisa menjadi contoh untuk kecamatan lain. “Kegiatan ini akan terus tersosialisasi. Kami cukup bangga, karena di Kutim ada desa percontohan sadar hukum dan dapat menjadi pendongkrak bagi yang lain,” ungkapnya.

Desa yang telah diresmikan sejak tiga bulan lalu itu pun, mengikuti perlombaan Kadarkum yang membuat masyarakat semakin memahami pentingnya hukum dalam kehidupan, agar dapat menekan angka kejahatan. “Harapannya hal ini dapat memberikan pemahaman ke masyarakat agar selalu taat dan sadar akan hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujarnya.

Dengan itu, untuk menularkan pada kecamatan lain, pemerintah mengadakan perlombaan sadar hukum untuk melihat sejauh mana pemahaman setiap daerah. “Nanti dipanggil camat yang tidak ikut serta. Karena dari 18 kecamatan hanya 10 yang ikut. Kenapa mereka tidak datang, padahal pemenangnya akan dikirim lomba ke provinsi,” tuturnya.

Terpisah, Camat Sangatta Utara Muhammad Basuni, mengatakan di kecamatannya gencar dalam proses Kadarkum. Bahkan menjelang 2019, ia telah menyiapkan program untuk sosialisasi sadar hukum. Meski kondisinya hingga saat ini belum efektif dan belum berjalan maksimal. “Saat ini sudah dalam fase pembentukan tim pengurus di tiap desa, malah bagian hukum sudah ketemu dengan para kepala desa dan lurah,” katanya.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments