Lambang “Mata Satu” Bakal Diubah

BONTANG – Warga Bontang dihebohkan dengan adanya postingan salah satu netizen soal simbol mata satu di Taman Tanjung Laut. Simbol tersebut dikait-kaitkan dengan dajjal. Makanya untuk menghilangkan keresahan masyarakat, Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (DPKPP) Bontang bakal merevisi bentuk kolam air mancur itu.

“Itu kolam air mancur, dan mau kami revisi jika menimbulkan hal-hal yang aneh-aneh,” jelas Sekretaris DPKPP Bontang, Maksi Dwiyanto, Ahad (30/12) kemarin.

Melalui kerja teman-teman di Bidang Pertamanan, Maksi bakal merevisi bentuk kolam air mancurnya. Jika sebelumnya berbentuk lonjong memancang dengan air mancur di tengahnya. Maka revisi yang akan dilakukan yakni mengubah bentuk kolam luar menjadi bulat. “Kami tangani sendiri dengan kegiatan anak-anak di pertamanan, diubah bentuknya supaya kesan simbol mata satu itu hilang,” ujar dia.

Pola dari kolam tersebut bakal diubah dan menambah beberapa aksen melalui pemasangan pot-pot bunga di sekelilingnya.”Kami siap melakukan revisi,” katanya lagi.

Disebutkan bahwa desain Taman Tanjung Laut dilakukan oleh pihak provinsi. Mengingat anggaran pembangunan taman tersebut bantuan dari pusat, dan Bontang hanya terima barang jadi. Oleh karenanya, perencanaan desain pun tidak diketahui oleh pihak DPKPP Bontang.

Hal senada juga disampaikan oleh Kabid Pertamanan DPKPP Bontang, Andi Ilham. Ia menyebut taman tersebut mendapat bantuan anggaran dari pusat. Sehingga Pemkot Bontang hanya menyediakan lahannya saja. “Termasuk desain, dari perencanaan di pusat yang teruskan ke provinsi dan daerah, kami terima jadi,” ujarnya.

Sebelumnya di media sosial facebook warga net dihebohkan dengan foto yang diambil dari atas bersumber dari google maps di lokasi Taman Tanjung Laut. Salah satu akun bernama Riski Amalia Fardilillah mem-posting foto tersebut sambil menulis caption “Iseng-iseng nge-browsing Taman Tanjung Laut, eh ternyata eh ternyata,” kata dia yang di-posting Sabtu (29/12) lalu.

Get real time updates directly on you device, subscribe now.

Anda mungkin juga berminat
Comments

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept