Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Bontang

Puluhan Pekerja Tambang Tuntut Hak

BONTANG — Belasan tenaga kerja sopir subkontraktor dari PT Pama Persada beserta eks pekerja di PT Indorent, PT Bagong dan PT Anugerah Emas, menuntut pihak perusahaan menerapkan aturan kerja sesuai peraturan ketenagakerjaan. Hal ini diutarakan karena mereka menyebut selama ini perusahaan tidak memenuhi hak-hak pekerja sesuai dengan aturan yang berlaku.

Bagus Wicaksono, Eks karyawan PT Indorent mengatakan, dirinya harus menerima kontrak kerjanya diputus akibat menggagas pembentukan Serikat Pekerja (SP) di PT Indorent. Menurut Bagus, perusahaan mencoba mengintimidasi para karyawan dengan cara akan putus kontrak bagi mereka yang membentuk SP.

“Pasti ada ancaman bagi karyawan yang ingin membentuk serikat, seperti saya ini,” ujar Bagus.

Bagus merinci, dugaan pelanggaran yang dilakukan perusahaan tempatnya bekerja dulu cukup banyak. Di antaranya, penghapusan cuti tahunan bagi karyawan. Dari kebijakan tersebut, pekerja tidak menerima masa cuti tiap akhir tahun. Selain itu, jam lembur mereka juga tidak sesuai dengan praktik di lapangan. Contohnya saat hari libur atau hari besar keagamaan. Para karyawan tetap bekerja, namun tidak dihitung lembur. Selain itu, bagi karyawan yang izin sakit meskipun telah mencantumkan surat keterangan dokter, tetap dihitung alpa. Bahkan, gajinya harus dipotong sebesar Rp 275 ribu per hari.

“Saya sudah kerja 6 tahun, tetapi tidak bisa permanen. Justru kontrak saya diputus. Kalau berdasarkan aturan kan, maksimal 2 tahun sudah diangkat permanen,” ujarnya saat menggelar jumpa pers di kediaman Anggota DPRD Baktiar Wakkang, Gang KoI 2, Jalan KS Tubun, Kecamatan Bontang Selatan, Ahad (30/12) kemarin.

Hal serupa juga diungkapkan Yadhi Anto, salah satu sopir bus karyawan PT Anugerah Emas Alihdaya. Dirinya mengaku mengaku sistem penggajian di perusahaannya tidak transparan. Kata dia, pekerja hanya menerima slip gaji secara akumulatif, tanpa mengetahui rincian upah yang mereka terima. Rincian lembur pekerja pun tidak dijelaskan secara detail.

1 2 3Laman berikutnya

Related Articles

Comment

Back to top button