Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Bontang

Bontang Post Tak Pernah Mati

Seakan tak pernah membayangkan media terbesar di Bontang terpaksa tutup. Kesedihan tak bisa kami tutupi atau kami sembunyikan. Karena delapan tahun bukan waktu yang sebentar, meskipun saya bergabung dengan Bontang Post dari empat tahun lalu.

Suasana akrab dan rasa saling memiliki kami yang tak bisa dimatikan hanya karena Bontang Post berhenti menyajikan berita dalam bentuk cetak. Menurut kami, Bontang Post tak pernah mati. Seperti telah mendarah daging, pengumuman Bontang Post bakal tutup pun masih terasa sebagai mimpi.

Kami yakin, seluruh awak dan kru Bontang Post tak pernah menginginkan hal ini. Meskipun isu penutupan Bontang Post berhembus sejak lama. Kami tak pernah menyerah, berusaha terus membangun trust kepada para pembaca dan mitra yang selama ini turut berpartisipasi atas kelangsungan Bontang Post.

Kami berlari, tak lagi jalan. Meskipun akhirnya isu tersebut menjadi nyata di Ahad, (30/12) kemarin.

Tangisan pun pecah, bukan karena kami lemah. Namun, perusahaan tempat kami mencari nafkah seakan telah menyatu dengan denyut nadi kami. Padahal hasil dari kami berlari sudah mulai terlihat. Aturan bisnis tak bisa kami sangkal. Menerima dan berpasrah yang perlu kami lakukan. Tetapi saya, mewakili karyawan Bontang Post yakin bahwa Bontang Post tak pernah mati. Tim yang luar biasa.

Terima kasih kepada para pembaca atas dukungannya selama ini. Terima kasih kepada para narasumber yang selalu saya ‘ganggu’ untuk mencari jawaban dari berbagai kegelisahan masyarakat. Saya juga memohon maaf apabila dari tulisan saya selama di Bontang Post ada pihak-pihak yang merasa dirugikan. Termasuk dalam hal penulisan nama atau jabatan serta berita yang dianggap tidak berimbang.

Bontang Post menjadi tempat belajar saya hingga bisa menjadi seperti saat ini. Pengabdian kepada Bontang Post tak pernah berhenti, meski secara fisik koran tak lagi dicetak. Semangat menyongsong lembaran baru. Bagi kami, Bontang Post tak pernah mati. (***)

1 2Laman berikutnya

Related Articles

Comment

Back to top button