Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]
Bontang

Wilayah Sidrap Bakal Ditentukan dari Tinjau Lapangan

POLEMIK penolakan sejumlah desa di Teluk Pandan, Kutai Timur (Kutim) terkait rencana masuknya kawasan Sidrap ke Bontang mendapat tanggapan Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni. Kata Neni, wilayah yang masuk Bontang nantinya tidak harus luas. Melainkan mengakomodasi masyarakat Bontang di kawasan Sidrap yang selama ini terkendala dalam pelayanan administrasi.

“Tidak usah luas. Ya enggak mungkinlah mau sepanjang itu, seluas itu. Namanya bukan kota, tapi kabupaten kalau seluas itu. Kalau sampai nanti semua mau masuk ke Bontang, ya repot kita,” sebut Neni di aula Taman 3D Jalan Awang Long, hari ini (4/1/2019).

Karenanya, dia tidak mempermasalahkan bila ada pihak-pihak yang menolak. Lantaran kawasan yang direncanakan masuk Bontang sejatinya merupakan kawasan milik Bontang. Upaya mengembalikan kawasan ini ke wilayah Bontang menurut Neni, telah lama diperjuangkan Pemkot Bontang.

“Kami ini (tujuannya) bagaimana memberikan pelayanan buat masyarakat yang tadinya memang masuk Bontang, yang memang orang Bontang. Daerah itu memang punya Bontang sesungguhnya,” ujarnya.

Dijelaskan lebih lanjut, Pemkot Bontang sampai sekarang pun tidak pernah melepaskan aset daerah khususnya sejak pemekaran wilayah. Namun hanya karena ketentuan undang-undang sehingga pemkot taat dan mematuhinya. Karena undang-undang itu juga yang membuat pemkot tidak bisa membelanjakan APBD untuk Sidrap.

“Kan enggak boleh Permendagrinya itu membelanjakan APBD yang bukan untuk wilayah dan masyarakat. Sehingga pada waktu itu tahun 2006, sudah mulai kami lepas yang 7 RT di Sidrap itu,” sambung Neni.

Karenanya, dia bersyukur proses pengembalian Sidrap ke Bontang kini difasilitasi Gubernur Kaltim, Isran Noor. Termasuk juga Bupati dan DPRD Kutim yang dianggap memberikan kerja sama yang baik dalam perkara ini.

“Nanti kami akan tinjau lapangan, untuk mengetahui yang mana sih masyarakat Sidrap yang dimaksud. Tidak usah luas-luaslah (wilayahnya, Red.), yang penting 7 RT itu terakomodasi. Kalau misalkan yang terakomodasi itu hanya 100 hektare, ya itu 100 hektare,” kata Neni.

1 2Laman berikutnya
Tags

Related Articles

Comment

Back to top button