Pemkot Bontang

162 PNS Dikukuhkan, Wali Kota Minta Perbaiki Kinerja

BONTANG – Mutasi jabatan di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Bontang kembali terjadi, Jumat (4/1). Sebanyak 162 pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, dan pejabat fungsional dilantik langsung oleh Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Bertempat di Auditorium Taman 3 Dimensi, Jalan Awang Long.

Berdasarkan keputusan Wali Kota Bontang Nomor 821.2/01/BKPSDM.02-I/2019 tentang pengangkatan dan pengukuhan kembali dari dan dalam jabatan pimpinan tinggi pratama, administrator, pengawas, dan pejabat fungsional. Bahwa terdapat 10 nama dinas atau badan yang melebur menjadi nama Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) baru.

Di antaranya, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Badan Pengelolaan dan Aset Daerah, Badan Pendapatan Daerah, Dinas Komunikasi dan Informatika, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Dinas Ketenagakerjaan, Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana, Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat, hingga Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. Tentunya keputusan tersebut berlaku sejak pelantikan.

Dalam mutasi pejabat ini, ada pejabat yang mendapat kenaikan jabatan (promosi) maupun digeser atau rotasi dengan pejabat lainnya. Seperti, Artahnan sebelumnya menjabat ganda sebagai Pj Sekretaris Daerah dan Kepala Badan Kepegawaian, Pendidikan, dan Pelatihan. Kini sebagai Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

Sementara, dr Bahauddin yang sebelumnya menjabat sebagai Plt Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana, mengisi jabatan baru menjadi Sekretaris Dinas Kesehatan. Sedangkan untuk beberapa kepala dinas atau badan masih menduduki posisi sama.

Yakni Kepala Badan Pengelolaan dan Aset Daerah masih ditempati Amiluddin, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika ditempati Dasuki, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu oleh Puguh Harjanto, Kepala Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat ditempati Abdu Safa Muha, dan posisi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan masih dipercayakan oleh Akhmad Suharto.

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni dalam sambutannya mengatakan, Pemkot Bontang telah memberikan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di lingkungan Pemkot Bontang.

Tambah dia, belajar dari tahun sebelumnya, belajar dari tidak maksimal Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) kota Bontang tahun 2018 untuk dibelanjakan. Menandakan kinerja pegawai tidak maksimal.

“Di awal tahun, kita melakukan pengukuhan dan menyerahkan DPA. Karena saya ingin semua yang sudah ditetapkan di dalam APBD tahun 2019, harus segera di tender. Dilaksanakan dengan sebaik-baiknya,” ucap Neni.

Ia tak ingin pengalaman di 2018 mengakibatkan tidak maksimalnya APBD kota Bontang dibelanjakan. Meski tak semua termasuk dalam kegiatan yang tak dibelanjakan karena efisiensi dari proses pelelangan dan perimbangan.

“Tolong perbaiki kinerjanya. Tadi sudah disumpah oleh Pakta Integritas sebagai abdi negara dan masyarakat. Tentu akan menjalankan tugas sebaik-baiknya,” tutup Neni.

Pengukuhan ini dilakukan agar 162 pejabat yang dilantik segera mendapat gaji bulan ini. Di mana gaji seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) kota Bontang mengalami kenaikan sebesar Rp 500 ribu. (ra/adv)

Tags

Related Articles

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Back to top button