Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]

Connect with us
Bermita Bersama Kami

Samarinda

IMB Hotel Islamic Ditemukan Kejanggalan

Published

on

Forum Masyarakat Peduli Islamic Center saat melakukan Audensi dengan Gubernur Kalimantan Timur, Isran Noor(Antaranews Kaltim/Arumanto)
Dibaca normal 2 menit

FORUM Masyarakat Peduli Islamic Center (FMPIC) menemukan sejumlah bukti kejanggalan proses perizinan pembangunan Hotel Primebiz di kawasan Islamic Center dengan temuan adanya izin mendirikan bangunan (IMB) ganda dengan nomor yang berbeda.

Kuasa hukum FMPIC Muklis Ramlan di Samarinda, Jumat, menjelaskan bahwa pada plang yang dipasang oleh pihak kontaktor hotel PT Wijaya Utama Lestari tertulis IMB dengan nomor 50/DPMPTSP-KS/IMB/C/I/2018. Namun, lanjut Muklis, berdasarkan data yang dilaporkan ke Pemprov Kaltim IMB pembangunan hotel tersebut bernomor 154/DPMPTSP-KS/IMB/C/I/2018.

“Ini tidak wajar, ada dua IMB untuk bangunan yang sama apakah ini menunjukan amburadulnya sistem administrasi di Pemerintah Kota Samarinda,” kata Mukhlis Ramlan.

Selain itu, penerbitan IMB, menurut Mukhlis, juga bertentangan dengan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 5 Tahun 2018. Dalam perda tersebut, diatur jarak pendirian tempat hiburan maupun hotel minimal berjarak 300 meter dari rumah ibadah.

“Ini jaraknya dengan Islamic Center kurang dari 300 meter. Kok, bisa IMB terbit,” ujar Mukhlis.

Hingga saat ini, kata dia, Majelis Ulama Indonesia belum memberikan sertifikasi syariah kepada pengembang hotel di Islamic Center.

“Ini ada pembohongan publik karena satu-satunya lembaga yang mengeluarkan sertifikasi hotel syariah adalah Dewan Syariah Nasional di bawah MUI Pusat. Kami akan melaporkan kasus ini ke Mabes Polri,” kata Muklis.

Sementara itu, Ketua FMPIC Datu Hairul Usman mengatakan bahwa pihaknya pada Jumat pagi telah melakukan audensi dengan Gubernur Kaltim Isran Noor dan ke Pemkot Samarinda.

Ia mengatakan bahwa komitmen masyarakat sekitar Islamic Center tetap menolak kehadiran Primebiz Hotel yang bersebelahan dengan Islamic Center.

Penolakan masyarakat tersebut, kata Usman, dibuktikan dengan pernyataan tertulis dari 25 ketua RT yang berada di ring 1, Islamic Center.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments