Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]

Connect with us
Bermita Bersama Kami

Bontang

Kutim Dikabarkan Tolak Lepas Sidrap, Bontang Tunggu Arahan Provinsi

Published

on

M Bahri (Foto: Lukman/BontangPost.id)
Dibaca normal 3 menit

PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bontang menyerahkan sepenuhnya persoalan Sidrap kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim. Hal ini setelah adanya penolakan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan DPRD Kutai Timur (Kutim) terkait rencana dimasukkan tujuh RT di Desa Martadinata ke wilayah Bontang.

Asisten I Pemkot Bontang, M Bahri menuturkan, pihaknya kini menunggu arahan dan keputusan dari pemprov mengenai jadi tidaknya Sidrap masuk ke Bontang. Lantaran pemprov-lah yang mempunyai tugas pokok dan fungsi (tupoksi) untuk menyelesaikan permasalahan di kabupaten/kota.

“Kami ikut (keputusan pemprov). Bagaimana nanti arahannya, bagaimana keputusannya, kami ikuti,” kata Bahri saat ditemui di ruangannya, hari ini (9/1/2019).

Meski mengikuti keputusan pemprov, Bahri menyatakan bukan berarti pemkot pasrah begitu saja. Pasalnya, dia mengklaim pemkot telah berusaha semaksimal mungkin agar tujuh RT di Dusun Sidrap tersebut kembali masuk ke Bontang.

“Bagaimana nantinya provinsi (memutuskan). Karena wewenang ini bukan dari kami. Wewenang ini dari provinsi. (Pemerintah) pusat pun tidak bisa apa-apa tanpa ada surat dari provinsi,” jelasnya.

Ditanya jadi tidaknya peninjauan lapangan ke kawasan Sidrap yang direncanakan pemprov, Bahri menyebut sampai saat ini belum ada pembatalan rencana tersebut. Sehingga asumsi pemkot saat ini peninjauan lapangan tersebut tetap akan dilakukan, Senin (14/1/2019). Namun kembali lagi, pemkot menyerahkan jadi tidaknya tinjau lapangan ini ke pemprov.

“Sampai sekarang sih informasinya jadi (tinjau lapangan). Sampai sekarang belum ada pembatalan tinjauan lapangan. Tapi kalau nanti ada pergeseran waktu ya terserah beliau (Gubernur Kaltim, Red.) kan,” ungkap Bahri.

Yang jelas, sambungnya, arahan gubernur kala itu menginginkan sebelum pertengahan Januari sudah turun lapangan antara Bontang-Kutim difasilitasi oleh provinsi. Arahan itu tertuang dalam berita acara fasilitasi terkait aspirasi masyarakat Dusun Sidrap, Kecamatan Teluk Pandan, Kutim untuk bergabung dengan Bontang.

Sebelumnya1 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments