Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]

Connect with us
Bermita Bersama Kami

Bontang

Safiuddin Dikenal Tertutup, Sudah Beli Tiket Pulang Kampung

Published

on

SAKSI BISU: Siswanto, pemilik rumah sewa menunjuk lantai tempat ditemukannya mayat Safiuddin. (Foto: Lukman/BontangPost.id)
Dibaca normal 2 menit

SITI Fatimah (34) tak menyangka rumah sewaan yang dibangunnya bersama sang suami, Heri Siswanto (38) bakal menjadi tempat Safiuddin (33) mengembuskan napas terakhir, Selasa (8/1/2019). Apalagi menurut Fatimah, Safiuddin dikenal sebagai sosok yang baik. Walaupun diakui, pegawai salah satu toko kain itu dikenal tertutup.

“Orangnya baik. Sering mengaji di rumah. Tapi memang tidak banyak bicara. Cenderung tertutup. Kalau sedang tidak bekerja, biasanya mengurung diri di rumah,” cerita Fatimah kepada BontangPost.id, Rabu (9/1/2019).

Kata ibu satu anak ini, Safiuddin sudah menyewa di rumahnya sejak setahun yang lalu. Karena itu dia sudah cukup paham dengan keseharian pria lajang asal Pasuruan, Jawa Timur itu. Makanya ketika Safiuddin terlihat belum keluar rumah untuk bekerja di hari nahas kemarin, Fatimah menjadi curiga.

“Ketika saya dengar pagi itu ada suara keran air, saya pikir dia (Safiuddin, Red.) sedang mencuci atau mandi. Karena biasanya memang mencuci baju di pagi hari,” sebutnya.

Dugaan Fatimah itu cukup beralasan. Lantaran saat ditemukan sudah terbujur kaku, Safiuddin dalam kondisi tanpa busana. Diduga Safiuddin hendak mandi setelah mencuci baju di kamar mandi. Namun penyakit asmanya kambuh dan membuat nyawanya tak tertolong.

Safiuddin juga diduga sempat terjatuh lantaran ditemukan luka di bagian belakang tubuhnya yang meninggalkan bercak darah di lantai. Fatimah sendiri baru mengetahui bila Safiuddin mengidap penyakit saat pria tersebut ditemukan sudah meninggal dunia.

“Ada banyak obat. Alat hisap asma juga ada di sampingnya. Teman-temannya juga bilang kalau dia menderita penyakit asma,” tambah Fatimah.

Ironisnya, Safiuddin diketahui telah membeli tiket pesawat terbang untuk pulang ke kampung halamannya di Pasuruan. Rencananya Kamis (10/1/2019) berangkat dari Bontang. Tak dinyana, Safiuddin pulang kampung lebih awal, namun dalam kondisi sudah tidak bernyawa.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments