Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]

Connect with us
Bermita Bersama Kami

Feature

Di Palu, Kebaikan Menular dari Secangkir Kopi Gratis

Published

on

MENGINSPIRASI: Ricky Joe (kiri) dan Don Andrea Pandelaki berbincang di Hotcoffee Barbershop, Palu. Ferlynda putri/Jawa Pos
Dibaca normal 4 menit

Bagi Ricky, layanan kopi gratis itu bentuk ucapan terima kasihnya kepada siapa saja yang telah membantu warga Palu. Sebab, masih segar dalam ingatan bagaimana ibu kota Sulawesi Tengah tersebut luluh lantak.

Tiga hari pascagempa, kondisi di Palu masih semrawut. Listrik padam di sana-sini. Bantuan pun sedikit. Beruntung bagi Ricky, sinyal ponselnya masih menyala.

Dari sanalah dia mengabarkan kepada kerabat di luar Palu bahwa kondisinya baik. Ternyata, beberapa kerabat telah menyiapkan bantuan dan bersiap mengirimkannya ke Palu.

”Saya suruh kirim saja. Namun, sudah saya niatkan untuk dibagikan,” tuturnya.

Mulanya hanya enam kantong. Isinya beras, gula, minyak, dan kebutuhan pokok lain.

Yang dia jangkau adalah pelosok Palu. Bantuan itu lalu diunggah ke Facebook. Ternyata, unggahan itu membuka pintu bagi datangnya bantuan-bantuan lain.

Seperti berbagai bantuan yang telah dia sebarkan, Ricky dan Don juga tanpa pamrih menyediakan kopi gratis. Mau orangnya cukur atau tidak, bebas.

Itulah yang membuat Hotcoffee Barbershop kian jadi jujukan. Semacam tempat transit para relawan atau siapa saja yang ditugaskan di sana.

Bukan hanya anggota TNI, relawan Polri, BNPB, Basarnas, hingga PLN pun mampir. Kalau berkumpul, sampai dua mobil. Semua dijamu Ricky dengan gratis. Namun, syaratnya satu: membuat kopi sendiri. Semua bahan disediakan. Termasuk, air panas.

Pada 9 Oktober, akhirnya plakat ”Ngopi Gratis Khusus Relawan PLN, TNI, Polri, Basarnas, BNPB” dipasang di depan barbershop. Kopi yang disajikan tak hanya bisa dinikmati di tempat.

Tak jarang, relawan membawa teko untuk diisi, lalu pulang. ”Dulu itu sampai dapur kosong. Kami mau masak untuk makan sendiri, ternyata bahannya sudah dibagikan ke pengungsi dan relawan, hehehe,” kenang Don.

2 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca