Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]

Connect with us
Bermita Bersama Kami

Kalimantan

Siswi SMP Jadi Korban Penculikan , Disekap, Dilakban, Dibuang ke Semak-semak

Published

on

TRAUMATIS: IR, 38, ibu korban memperlihatkan baju sekolah AN yang robek ketika berupaya membuka lakban saat dibuang penculik di semak-semak, kemarin. (SUTRISNO/RADAR BANJARMASIN)
Dibaca normal 3 menit

AKSI penculikan anak menghebohkan Kota Banjarbaru. Korbannya seorang siswi SMPN 5 Banjarbaru berinisial AN. Dia diduga diculik pada Rabu (9/1) sore, sepulang sekolah saat menunggu jemputan orang tuanya.

Beruntung pada malam harinya, siswi berusia 14 tahun itu berhasil ditemukan di Jalan SMAN 3, Cempaka dengan kondisi selamat. Namun, Kamis (10/1) kemarin dia harus menjalani proses trauma healing di Unit PPA Polres Banjarbaru untuk memulihkan mentalnya.

“Korban masih trauma. Sekarang kita lakukan trauma healing untuk dia,” kata Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya melalui Kanit PPA Polres Banjarbaru, Bripka Adry Hidayat.

IR, 38, ibu korban mengaku bersyukur anaknya bisa ditemukan dengan selamat. “Saya sangat khawatir saat anak saya menghilang. Badan saya sampai lemas memikirkan dia,” ucapnya yang beralamat di kawasan Palam, Banjarbaru ini.

Dia menceritakan, AN diketahui menghilang sejak pukul 16.00 Wita. Saat itu, anak pertamanya itu sudah tidak ada di sekolah ketika dijemput. “Waktu saya sampai di sekolah, dia tidak ada. Sekolah juga sudah sepi. Saya langsung panik dan mencarinya, sambil menghubungi suami, keluarga dan pihak sekolah,” paparnya.

Lantaran selama beberapa jam pencarian tak membuahkan hasil. Mereka lalu berinisiatif menghubungi Polres Banjarbaru. “Polisi langsung datang ikut melakukan pencarian di sekitar sekolah,” ujar IR.

Lanjutnya, saat sibuk melalukan pencarian, sekitar pukul 18.30 Wita ada seorang pria yang menelepon suaminya. Lelaki di ujung sambungan itu mengaku mengaku sudah menculik anaknya. “Dia minta uang tebusan Rp150 juta, baru anak saya dilepas,” ucap IR. Sang suami malah menawarkan memberi lelaki itu Rp1 juta jika mau mengembalikan AN.

Permintaannya ditolak. Tapi penculik itu menurunkan uang tebusan menjadi Rp100 juta. Akan tetapi, masih tidak dituruti oleh ayah korban. “Setelah itu, telepon langsung ditutup oleh penculiknya. Pencarian pun kami lanjutkan,” ungkap IR.

Sebelumnya1 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments