Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]

Connect with us
Bermita Bersama Kami

Sulawesi

Diterkam Buaya, Keluarga Korban Minta Jangan Sebar Foto

Published

on

AWASI: Lokasi penemuan korban langsung dipasang garis polisi serta dijaga sejumlah warga.(Rangga Mangowal/MP)
Dibaca normal 2 menit

MANADO—Warga Sulawesi Utara Jumat (11/1) kemarin geger. Sebuah peristiwa nahas menimpa seorang perempuan bernama Deasy Tuwo (44). Korban diduga diterkam buaya yang dipelihara di penangkaran Desa Ranowangko, Kecamatan Tombariri, Kabupaten Minahasa. Korban saat ditemukan dalam kondisi mengenaskan.

Karena menghebohkan, banyak foto korban yang disebar via media sosial oleh netizen. Hal tersebut mendapat komentar dari keluarga. “Kami keluarga memohon dengan sangat, agar foto-foto almarhum saat peristiwa terjadi, agar dihapus atau tidak dibagikan,” ungkap Marsella Kowal, keluarga korban. “Rencananya Deasy dimakamkan esok (hari ini),” tutup Enci Marsella.

Sementara itu, informasi yang dirangkum, lokasi tersebut berada di PT Tiara Indo Pearl, yang terletak di desa tersebut. Korban ditemukan di dalam kandang buaya yang terdapat di halaman depan perusahaan budi daya mutiara itu. Kuat dugaan, korban meninggal dimakan buaya karena beberapa organ tubuh seperti tangan dan perut yang sobek.

Ia pertama kali ditemukan tiga warga desa yang hendak memberitahukan ada kegiatan desa. “Awalnya kami hendak memberitahukan bahwa ada kegiatan kerja bakti di seluruh desa. Karena menurut informasi perusahaan bahwa korbanlah yang tinggal dan menjaga perusahaan itu dan sudah beberapa hari tidak dapat dihubungi,” ujar saksi Herling Rumengan, meweteng desa (wakil kepala lingkungan).

Saksi kemudian bersama dua orang lainnya langsung menuju rumah itu dan mencari korban. “Kami cari di sekitar lokasi dan tidak menemukannya. Kemudian kami melihat ada sesuatu yang seperti boneka di kolam buaya. Setelah kami amati ternyata sosok itu adalah mayat. Bersama dengan bapak Vian Turangan dan Audi Engkol kami kemudian menggunakan bambu panjang menepikan benda itu, dan benar itu adalah sosok perempuan,” tambahnya. Mendapatkan informasi, Kepala Jaga VII Noldy Pinontoan langsung menyampaikan ke polisi. Selanjutnya, tim identifikasi yang tiba langsung memasang garis polisi. Dalam upaya mengangkat jenazah, warga yang lain harus mengalihkan perhatian buaya dengan bambu panjang, akhirnya korban berhasil diangkat dan langsung dibawa ke RS Prof Kandou.

Sebelumnya1 dari 2 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments