Anda tidak bisa menyalin berita ini. Info lebih lanjut, hubungi admin di [email protected]

Connect with us
Bermita Bersama Kami

Sumatra

Harga Tiket Pesawat Bikin Menjerit, Gubernur Sampai Surati Dua Maskapai

Published

on

Calon penumpang pesawat melakukan pembelian tiket di Terminal 1 Soekarno Hatta Cengkareng Banten, Jumat (11/1/2019). Tiket pesawat mengalami kenaikan harga salahsatunya dipicu oleh pertumbuhan penumpang pesawat sebanyak 8 persen pertahunnya hingga mencapai 110 juta orang pada 2018 lalu--FOTO : MUHAMAD ALI/JAWAPOS
Dibaca normal 3 menit

BERKALI-KALI ke Padang, tak pernah sekali pun Hari Kurniawan memilih moda transportasi selain pesawat untuk balik ke Jakarta. Tapi, tidak kali ini. Pria 22 tahun itu harus rela naik bus yang jelas butuh waktu tempuh jauh lebih lama.

”Tiket pesawat mahal sekali. Mana bagasi sekarang juga harus bayar,” katanya kepada Padang Ekspres.

Begitu pula Nini Chaniago. Seperti Hari, dari Padang dia harus balik ke Jakarta dengan menggunakan bus NPM. Sekali jalan cukup Rp 400 ribu. ”Sudah cek harga pesawat. Mahal sekali,” katanya.

Seperti juga di berbagai kota di Indonesia, para pengguna jasa penerbangan memang mengeluhkan tingginya harga tiket pesawat saat ini. Menurut Ketua Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) Sumbar Ian Hanafiah, tiket pesawat Padang–Jakarta pergi-pulang bisa mencapai Rp 4 juta.

”Bandingkan dengan harga tiket pesawat pergi-pulang dari Padang ke Kuala Lumpur, Malaysia, yang hanya Rp 800 ribu,” kata Ian yang juga owner Ero Tour tersebut kepada Padang Ekspres.

Menurut Ian, kenaikan tiket pesawat plus bagasi berbayar itu bisa membuat pariwisata Sumatera Barat lumpuh. Wisatawan domestik bakal lebih memilih berlibur ke luar negeri. Sebab, harga tiket pesawat yang ditawarkan jauh lebih murah.

Sekarang saja, lanjut Ian, banyak pengusaha yang terlibat di bidang industri pariwisata yang mengeluh. Mulai pengusaha hotel hingga pelaku usaha yang terlibat di bidang UMKM.

”Kalau momen-momen tertentu seperti Lebaran dan tahun baru, kenaikan harga tiket sangat kami maklumi. Namun, kalau dinaikkan di hari-hari biasa, tentu sangat merugikan semua pihak yang terlibat di pariwisata,” jelas Ian.

Kekhawatiran serupa dirasakan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno. Padahal, pengaruh langsung sektor pariwisata bagi kesejahteraan masyarakat adalah adanya transaksi jual beli yang dilakukan wisatawan terhadap produk lokal.

Sebelumnya1 dari 3 halaman
Gunakan tanda ← → (panah) untuk membaca

Advertisement
Comments